Samudra mendengus kesal sambil menatap orang- orang yang tengah bersenang-senang di sebuah bar. Ia mencoba menenangkan dirinya dengan menyalakan rokok, tapi rasanya tetap tak bisa menenangkan hatinya yang gundah gulana karena teringat akan sikap Kinara hari ini padanya. Kemarin setelah pertengkaran mereka, Samudra tetap memaksa Kinara untuk berangkat bekerja bersamanya. Tetapi pagi ini tampaknya gadis itu tengah melawan tak ingin dikekang. Ketika Samudra mengetuk pintu kamarnya, rupanya dia sudah tidak ada. “Mas, mulai hari ini aku berangkat dan pulang sendiri saja. Biar gak perlu merepotkan mas Sam lagi.” Sebait pesan pendek dari Kinara yang membuat perasaan Samudra dongkol luar biasa. Ingin rasanya ia segera menghubungi Kinara tapi ia tahan. Kekesalannya pun terlampiaskan dengan m

