Bab 17

1573 Words

Bab 17Bara memarkirkan mobilnya di depan sebuah ruko, dengan langkah tegap dia berjalan menuju sebuah pintu kaca. Sambil terus berjalan dia menyapa orang-orang di sana yang memang sudah dikenalnya. Sampai akhirnya langkahnya berhenti di depan sebuah pintu. Satu kali ketukan yang dilakukannya langsung mendapat seruan untuk masuk. Memutar gagang pintu, dia tersenyum kecil menatap laki-laki berkacamata yang tengah fokus memperhatikan laptop. “Assalamu’alaikum Pak Gibran.” Bara tertawa mendengar dengusan kencang ayahnya, lantas tanpa menunggu dipersilakan dia duduk di hadapan laki-laki itu. “Sibuk, Yah?” “Namanya juga kerja pasti sibuk. Ada apa kamu ke sini? Urusan kaos sudah selesai ‘kan?” Bara mengangguk, usahanya memang bekerja sama dengan sang ayah. Pengerjaan desain kaos dilakukan o

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD