Bab 16

1247 Words

Bab 16“Setidaknya makan dulu, ya.” Ganiya membuat mimik sedih, berharap sang suami akan luluh. Ayolah, dia memang tidak suka acara seperti ini, tapi siapa yang bisa menolak makanan yang disajikan? Belum lagi apa kata orang jika baru datang saja terus pulang, bisa-bisa semua akan berpikir dia iri melihat Kenzo dan Retha. Padahal aslinya dia geli terhadap pasangan yang entah mengapa hobi mengumbar kemesraan itu. “Nanti saja makan di jalan.” “Tapi aku lapar.” Ganiya mengentakkan kakinya. Merengek. “Pulang! Kita cari tempat terdekat untuk makan.” Ganiya membuang muka, sulit sekali untuk membujuk Bara. Kalau sudah begini terpaksa dia menuruti perintah suaminya. Malas-malasan dia mengikuti langkah lebar Bara, walaupun beberapa kali mereka berhenti berjalan karena harus menyapa kenalan. Dia

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD