Bab 19

1482 Words

Bab 19“Kamu,” bisik Bara. Memperhatikan sekitar, dia berharap tidak ada yang menyadari jika dirinya dan sang istri tidak fokus pada acara. Lagipula bisa-bisanya Ganiya membahas seperti ini di tengah lamaran? Apa pentingnya membicarakan siapa yang paling cantik? Toh, Ganiya sudah menjadi istrinya. Sudah sepantasnya dia menundukkan pandangan jika berhadapan dengan perempuan lain, agar di matanya Ganiya tetap menjadi yang tercantik. “Yakin? Kata orang-orang Gaitsa lebih cantik.” Ganiya menggeser kursi perlahan supaya lebih dekat suaminya. “Tentu saja Gaitsa cantik, dia ‘kan perempuan,” jawab Bara tidak acuh. Apa sebenarnya keinginan Ganiya? Bukankah dia sudah menjawab pertanyaan yang diajukan, lantas kenapa perempuan di sampingnya ini malah tidak berhenti bertanya? “Jadi dengan kata lain

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD