Bab 20

1314 Words

Bab 20“Kenapa lagi sekarang?” tanya Ganiya kesal. Perempuan yang tengah berada dalam mobil itu sampai-sampai tidak menyadari jika pengemudi di sampingnya menatap aneh padanya. “Sorry, Gan. Gue ada perlu mendadak.” Terdengar nada bersalah di seberang sana, tapi hal itu tidak menciptakan rasa empati Ganiya. “Terserah, lo!” Desisnya lantas mematikan telepon begitu saja. “Kenapa?” “Kayla nggak bisa lagi.” Ganiya bersedekap, pipinya memerah. Kesal. Bara membagi sebentar perhatiannya pada sang istri sebelum kembali menatap depan. “Yaudah, nanti aku bantu foto lagi.” “Bukan itu masalahnya. Tapi Kayla belakangan ini jadi aneh. Sudah berapa kali coba dia membatalkan acara, bukan itu saja setiap kali kerja dia selalu terburu-buru untuk pulang.” Ganiya mendengkus kencang. Beberapa hari ini bah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD