Bab 21Gerai makanan cepat saji yang menjadi tujuan mereka masih tampak tidak ramai, mungkin karena masih belum waktunya makan siang. Sesuai kesepakatan saat di dalam mobil, mereka akan makan ayam goreng sedangkan pizza untuk makan malam nanti. Walaupun adik-adik Bara sempat protes, tapi bisa diatasi dengan mudah oleh laki-laki itu. “Kamu dekat banget sama mereka?” tanya Ganiya sambil memperhatikan sang suami yang sangat telaten menjawab pertanyaan bocah-bocah itu. Dia saja cukup pusing mendengar ocehan itu, tapi Bara tampak sabar sekali. “Iya.” Ganiya memutar bola mata, lagi-lagi jawaban singkat. Dia tersenyum kecil saat sebuah ide melintas di kepalanya. Mengambil ponsel dalam tas, tangannya bergerak memilih menu video. Mumpung suaminya terlihat sibuk, tidak ada salahnya dia merekam lal

