Bab 22“Lo balikan sama Riko?” tanya Ganiya sambil merapikan camilan yang baru saja dipromosikan. Menoleh ke samping karena tidak kunjung mendapat jawaban, dia merasa heran melihat sahabatnya melamun sembari menatap ponsel. “Kay!” “Eh, kenapa Gan?” Ganiya menggeleng. “Lupakan!” Menggaruk kepalanya yang tidak gatal, dia merasa bingung sendiri. Antara bertanya atau tidak. Kayla memang sahabatnya, tapi dia takut jika dianggap terlalu mencampuri urusan pribadi perempuan itu. Toh, dia sendiri tidak pernah bercerita secara detail apa yang terjadi pada keluarganya. “Oya, mulai besok jangan lupa edit profil!” Ganiya mengangguk, tadi sebelum sesi foto dia dan Kayla terlebih dahulu melakukan meeting dengan pemilik skincare yang menjadikannya sebagai brand ambassador baru. Lantas mulai besok dia

