Pagi harinya, masih di tempat yang sama yaitu kamar Geo. Reno baru saja terbangun dari tidurnya. Mata Reno mengerjap kecil untuk menyesuaikan cahaya kamar yang menusuk matanya.
Setelah mata Reno benar-benar mampu menyesuaikan cahaya kamar Geo, mata cowok itu kemudian teralih menatap kedua cowok yang sedang tidur si samping kanan kirinya. Mereka adalah Geo dan Aldi.
Tangan dan kaki salah satu dari mereka terlihat sedang melingkari perut dan kaki Reno. Sudah bisa di tebak bahwa itu adalah tangan dan kaki milik Aldi. Kebiasaan cowok itu memang seperti itu, menjadikan sesuatu atau seseorang yang ada disampingnya sebagai guling.
Karena kebiasaan Aldi itulah Geo selalu menolak ketika diminta tidur bersebelahan dengan Aldi. Untuk Geo sendiri, cowok itu tidur dengan tenang dan rapi, Geo memang tipe cowok yang sangat rapi bahkan ketika tidur sekalipun.
Mungkin sesekali berantakan, namun tak pernah se-berantakan Reno apalagi Aldi. Ya, seperti itulah Geo.
Reno yang melihat tangan dan kaki Aldi melingkari tubuhnya itu hanya dapat menghela napas pasrah, sudah tak terkejut dengan itu semua karena memang itu benar-benar sudah biasa untuk Reno.
Mungkin dulu pada saat awal-awal, Reno selalu berteriak ketika mendapati tubuhnya dipeluk oleh Aldi. Namun karena itu semua terjadi terlalu sering, rasanya itu sudah menjadi biasa saja untuk Reno ataupun Geo.
Jangan tanya apakah Geo pernah menjadi korban dari pelukan Aldi karena jawabannya sudah pasti tidak. Karena sedari awal semenjak Geo mengetahui kebiasaan tidur Aldi, cowok itu menjadi selalu menolak ketika diminta tidur bersebelahan dengan Aldi.
Aldi sendiri, cowok itu juga merasa ngeri jika harus tidur bersebelahan dengan Geo. Karena kalau saja sampai kejadian Aldi memeluk Geo disaat tidur, pasti Aldi akan dijadikan sasaran amukan Geo yang terkenal sangat ganas itu. Aldi ngeri sendiri dibuatnya.
Tanpa banyak berkata lagi, perlahan Reno segera menyingkirkan tangan dan kaki Aldi yang melilit tubuhnya. Setelahnya, Reno membawa tubuhnya untuk bersandar di sandaran kasur.
Lalu, Reno menoleh kearah nakas kamar Geo guna melihat jam. Dan terlihat jam saat ini pukul 05.00 WIB.
Reno mengucek matanya sebentar kemudian meregangkan badannya sejenak. Setelah itu, cowok itu segera beranjak dari tempatnya menuju salah satu lemari yang ada di kamar Geo kemudian membukanya. Di lemari itu, terdapat beberapa baju seragam dan peralatan sekolah yang merupakan milik Geo, Aldi dan Reno.
Memang, di rumah Geo sudah tersedia segala perlengkapan sekolah baik milik Geo sendiri, Aldi ataupun Reno. Begitupula di rumah Reno dan Aldi.
Semua itu tentu saja dikarenakan mereka sering kali menginap bersama. Alhasil, dengan adanya perlengkapan yang sudah komplit di rumah masing-masing itu memudahkan mereka.
Reno mengambil sepasang seragam batik sekolahnya dari lemari itu karena hari ini adalah hari kamis. Setelah mendapatkannya, Reno lalu menutup pintu lemari itu sebelum beranjak pergi menuju kamar mandi yang ada di kamar Geo. Reno akan segera bersiap untuk pergi ke sekolah.
Dua puluh menit berlalu, Reno akhirnya menyelesaikan ritual mandinya. Setelah selesai, Reno segera keluar dari kamar mandi dan cowok itu langsung mendapati Geo yang sudah menunggunya dengan seragam yang sudah ada di tangan cowok itu. Lalu, Geo segera bergantian masuk ketika Reno sudah keluar.
Setelah keluar dari kamar mandi dan bergantian dengan Geo, Reno kembali mendekati kasur king size milik Geo yang masih terdapat Aldi yang masih juga tertidur disana. Reno mendekat berniat untuk membangunkan sahabatnya itu.
"Heh Al! Bangun! Udah pagi," ujar Aldi seraya menggoyangkan lengan Aldi dengan kekuatan sedang. Tak pelan dan juga tak kuat. "Aldi! Lo sekolah kaga?!" lanjut Reno masih sembari menggoyangkan lengan Aldi.
Karena terus merasakan guncangan yang tak berhenti, Aldi merasa tidurnya terganggu dan pada akhirnya membuka matanya. Masih dengan mata yang setengah tertutup, Aldi mengerjapkan matanya pelan seraya berkata.
"Eunghh, apa sih Ren?" gumam Aldi pelan.
"Bangun Al, udah pagi ini woi," ujar Reno bangkit dari duduknya. Ya, tadi sebenarnya sewaktu membangunkan Aldi, Reno duduk si tepi kasur king size milik Geo.
"Iya-iya," balas Aldi malas. Namun tak urung cowok itu langsung duduk meskipun dia benar-benar masih sangat mengantuk.
"Yaudah deh, yang penting gue udah bangunin lo ya," ujar Reno dengan tangannya yamg menunjuk Aldi. Aldi yang mendengar itu hanya mengangguk pelan. Setelah itu, Reno terlihat berjalan ke sisi kasur yang terdapat nakasnya disana. Lalu Reno mengambil sesuatu yang ternyata itu adalah ponsel dan kunci motor milik Reno. "Gue cabut duluan, gak bisa bareng lo sama Geo. Gue harus bareng sama Sava ke sekolahnya," lanjut Reno. Aldi yang mendengar nama Savana mendadak membuka matanya lebar.
"Wahh siap!" ujar Aldi semangat. "Anterin si dedek gemes dengan selamat ya! Jangan sampe ada yang lecet walaupun seujung kuku pun!" lanjutnya masih dengan nada yang sangat bersemangat.
Reno yang melihat tingkah aneh Aldi itu hanya menatap Aldi penuh tanda tanya. Namun, tak pikir panjang, Reno hanya mengangguk mengiyakan.
"Iyalah pasti, lo gak perlu nyuruh gue jaga Sava juga pasti Sava akan terus gue jaga," ujar Reno menjawab. "Udah kebiasaan gue dari orok ngejaga Sava itu. Jadi lo gak perlu sok khawatir sama dia," lanjutnya.
"Ya, lo tapi kan tau ada yang lagi ngancem keselamatan Sava. Dan gak ada yang bisa mencegah itu," ujar Aldi pelan.
Reno berpikir sejenak kemudian mengangguk membenarkan. "Heem bener," ujar Reno. "Tapi gue akan tetep berusaha untuk ngejaga Sava dari siapapun. Termasuk dari Geo sekalipun," tekad Reno yakin.
"Dan, kalo lo mau ikut ngejaga Sava itu jauh lebih baik lagi," tambah Reno yang membuat Aldi sempat terdiam sejenak.
Namun tak lama setelah itu Aldi mulai berbicara. "Gampang kalo soal itu mah. Sava itu udah kaya adek gue sendiri. Gemesin banget dia. Mana mungkin gue tega sama cewek polos, lemah lembut kaya dia. Udah pasti gue gak akan biarin ada seorang pun yang berani sakitin dia," ujar Aldi panjang lebar dengan nada sura yang sangat meyakinkan di telinga Reno. "Termasuk Geo sekalipun!" lanjut Aldi mulai dengan suara perlahan.
"Ya, meskipun gue mungkin gak bisa berbuat banyak buat mencegah Geo, tapi seenggaknya gue juga akan bantu usaha kok. Tenang aja," tambah Aldi membuat senyum di wjaah Reno terukir sempurna.
"Bagus! Seenggaknya lo masih di pihak gue untuk membela seseorang yang gak salah," ujar Reno senang. "Soal Geo, ntar aja kita pikirin bareng-bareng. Selagi dia belum bertindak, manfaatin waktu buat atur strategi. Yah, kalo dia gak bertindak sebenernya itu lebih baik lagi sih," tambah Reno.
Aldi mengangguk setuju. "Ya udah, lo sana cepet balik. Ntar si Sava kelamaan nungguin lo lagi," ujar Aldi mengingatkan Reno.
Reno menepuk jidatnya pelan, cowok itu sempat lupa kalau dia akan menjemput Savana saking asiknya ngobrol dengan Aldi. "Ah iya, hampir aja gue lupa. Yaudah, gue cabut duluan. Pamitin gue ke Geo," ujar Reno lalu segera keluar dari kamar Geo dan berjalan menuju lantai bawah.
"Pagi Bi," sapa Reno ketika tak sengaja bertemu dengan asisten rumah tangga Geo ketika Reno hendak membuka pintu rumah.
"Pagi Den Reno," sapa Bibi itu balik. "Den Reno mau kemana?" tanya Bibi itu heran. Pasalnya, biasanya Reno akan turun bersama Geo dan Aldi. Kemudian ketiganya akan berangkat bersama. Namun kenapa hari ini berbeda?
"Mau pulang dulu Bi, mau jemput temen buat berangkat sekolah bareng. Jadi gak bisa bareng sama Geo sama Aldi dulu ahri ini," jelas Reno pada Bibi itu.
"Oh iya Den. Ya sudah, hati-hati di jalan ya Den," ujar Bibi itu.
Reno mengangkat kedua jempolnya dan diarahkan kepada Bibi itu. "Iya Bi, siappp," ujarnya lalu membuka pintu rumah Geo dan kemudian segera keluar.
Setelah berada di halaman rumah Geo, Reno langsung berjalan menuju motornya dan segera menaikinya. Kemudian, cowok itu langsung menancapkan gas untuk membawa motornya keluar dari area rumah Geo.