Bab 29

1438 Words

Almost end! ● Gelap menjadi kawannya saat ini, ia hanya terdiam dengan mulut membisu, membiarkan angin malam membelai wajahnya. Mendongak, ia tak melihat apa pun kecuali kegelapan, langit tampak mendung, tak terlihat ratu malam beserta sang bintang berada di atas sana. Udara yang berembus terasa dingin, namun sama sekali tidak mempengaruhi wanita itu. Meski waktu nyaris memasuki tengah malam, kantuk tak kunjung menyapa, hanya lelah yang terasa. Naima Azzahra, wanita itu menggigit bibirnya dengan keras, menahan segala sesak di d**a yang kian menyiksa. Tak tahu cara mengobati luka di hati, hanya tahu soal menangis, yang ia tahu, menangis adalah cara ampuh mengurai kesedihan hatinya. Meski, semua itu sama sekali tak bereaksi. "Den, kenapa kamu tega?" Suaranya yang serak terdengar, memec

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD