Bab 34

1276 Words

Beban di hati Naima terasa meringan setelah acara penuh drama antaranya dengan sang Mama dan Papa. Papanya memandang bangga namun sekaligus tampak sedih ketika melihat Bintang yang hanya diam dan bertingkah malu-malu kucing di pangkuan Alden. Mama Naima sedari tadi masih menangis, bahkan semakin keras melihat Bintang. Wanita yang telah melahirkan Naima tersebut bahkan tak segan menciumi wajah cucunya yang baru ia lihat setelah sekian tahun. Bintang sebenarnya enggan dicium oleh orang asing, tapi ia tak kuasa menolak, lagipula di kepalanya sudah terisi dengan pertanyaan-pertanyaan mengapa orang-orang di depannya menangis, bahkan Papanya juga tampak baru menangis. Bintang berpikir jika orang-orang itu menangis, apakah dirinya juga harus menangis? Tapi dia tidak ingin menangis sekarang, pe

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD