BONUS CHAPTER 3/3 END

1083 Words

Vano sedari tadi tak henti hentinya tersenyum. Gue yang melihatnya jadi aneh sendiri. "Kamu udah makan belum?" Lirih gue pada Vano. Suara gue sedikit serak jadi gue gak bisa teriak teriak kayak biasanya. Paling gue ngomong cuma kaya berbisik doang. Vano menatap gue sebentar lalu menggelengkan kepalanya "nanti aja.." katanya kemudian kembali pada aktifitasnya, memainkan tangan bayi perempuan yang sedang pulas tertidur. Yup, tadi sekitar jam 3 pagi gue udah kontraksi hebat. Dan ternyata itu udah pembukaan ke tujuh. Gue kira gue cuma mules biasa, soalnya dokter bilang gue melahirkan perkiraannya tiga minggu lagi. Tapi nih, jadinya malah hari ini. Untung Vano suami yang sigap. Walau pas dijalan dia nangis kecil gara-gara liat gue yang kesakitan begini. Padahal, yang kesakitan gue tapi ya

Great novels start here

Download by scanning the QR code to get countless free stories and daily updated books

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD