“Di novel Kak Nesa yang terbit tahun ini ada side karakter yang ceritanya mirip sama Kak Tama yang menikahi Nesa karena ditinggalin pacarnya,” Marya menelan semangkanya. Ia menceritakan pada Citra yang sedang mengupas melon. “Si ceweknya keren banget karena tegas dengan apa yang terjadi diantara keduanya. Setelah gak ada hasil dari sabar, menunggu, dan merayu, akhirnya dia memilih mengakhiri dan mencari bahagianya sendiri.” Citra mengangguk-angguk. Benar. Nesa ingat, karakter ciptaannya itu memang memilih jalan yang berbeda dengannya. Editornya, Kak Rea, yang memilihkan jalan itu. Saat si karakter utama struggle karena tidak kunjung menikah, si karakter sampingan ini punya struggle yang bertolak belakang. Dengan ending yang berbeda, tentu saja. Si karakter utama yang menemukan muaranya

