17. —Ajang Permintaan Maaf

1301 Words

“Udah dapet apa aja di Penang, Za?” tanya Nesa yang setiap duduk di meja makan selalu disisi Iza. “Belum dapet apa-apa, Kak Nes,” matanya mendelik pada Maha yang sedang membuka mulut saat Aish menyuapinya daging lada hitam. Nesa mengikuti arah bombastic side eyes-nya Iza. Lalu tersenyum, tangannya menyimpan sendok dan garpu di atas piring. Ia menoleh kembali pada Iza, “Maaf ya, itu karena Kak Nes juga,” ucapnya sambil menyentuh pelan punggung tangan Iza. Di foyer tadi, setelah mencium punggung tangan Dila dan mendapat pelukan juga ciuman di pipinya, bercipika-cipiki dengan Iza dan Aish, bertukar sapa dengan Maha dalam situasi yang canggung, dan mencium punggung tangan suaminya, Tama. Nesa digiring untuk langsung masuk ke ruang makan. Sang Kepala keluarga datang kemudian, Nesa dan Tama b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD