16. Anak-anak Mama

1349 Words

Tangan Dila meraih lengan Tama. “It’s oke, Mah,” Tama tersenyum dan mengusap pelan punggung tangan Dila. “Jangan berantem lagi, Kak Maha,” Iza masih mendongak, “gue sampe pulang nih!” “Gue gak suruh lo pulang, Dek,” sengak Maha masih dengan raut wajah menyebalkannya. “Mas,” suara Aish membuat Maha menarik diri dari sisi tangga. Lalu berdua dengan istrinya yang hamil tujuh bulan itu, Maha turun. Tangannya melingkari punggung Aish dengan lembut. Menjaga bumilnya dengan sangat baik. Maha bahkan meminta para asisten rumah untuk memindahkan semua pot bunga yang dulunya menghiasi tangga. Tama memerhatikan bagaimana Maha menggenggam tangan kanan Aish dengan erat sementara tangan lain masih melingkari punggung Aish. “Oke?” tanya Maha saat mereka berdua sampai di bawah. Aish mengangguk, ter

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD