20. —Si Kepo dan Si Clumsy

1356 Words

Perasaan apa itu? Nesa mengerutkan kening, berpikir tentang apa yang sudah ia pikirkan tadi malam. Kenapa rasanya lega saat mengetahui kalau perempuan itu adalah Lila? Perempuan cantik dengan rambut hitam sebahu yang ceria dan senyumnya yang hangat. Gadis itu menatap bersahabat pada Tama namun menatap penuh cinta pada Nabastala. Tidak seharusnya ia merasa lega hanya karena Lila tidak menatap Tama dengan penuh cinta, kan? Jangan gila, Annesa! “Kenapa sih lo? Masih bisa ngetik kan pake satu tangan?” Nesa mengerling pada Jebi yang menyetir di sampingnya. “Bukan itu.” “Karena kencan pertama sama Mas Tama lo itu gagal?” Nesa cemberut. Tadi malam, setelah pulang dari RS Dhanuraja, Nesa mendapati bahwa selama perjalanannya ke rumah Mama Dila dan berputar Jakarta menemani Tama dan berakhir

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD