13. —Banana Pancake

1377 Words

“Selamat pagi,” sapa Tama lalu duduk di kursi yang didudukinya tadi malam. Nesa mengangkat wajah dari atas piring berisi banana pancakenya. Menatap Tama dengan tatapan heran. Setelah menghilang tiba-tiba tadi malam, lelaki suaminya ini bisa tiba-tiba datang dan menyapanya juga? Sepagi ini? Bukankah mereka biasanya tidak sarapan bersama? Ah, tadi malam saja biasanya mereka tidak makan malam bersama, jika tidak ada acara bersama. Keanehan yang bertubi-tubi seperti ini apa artinya? Tunggu! Nesa memicingkan mata. Apa ini masih hantu yang tadi malam? Apa ia harus mengetesnya dulu? “Mas beneran orang?” Sekali lagi, pertanyaan Nesa yang membuat Tama mengangkat alisnya heran. “Soalnya aku ketemu versi Mas tama yang hantu,” jelas Nesa dengan santainya. “Hantu lagi?” Tama jelas kaget. “Tadi

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD