Bab 2

1085 Words
Keesokan harinya.. SMA Garuda Di depan sekolah.. "Duh yah, yah, yah", kata Anita. "Kenapa Nit ?", tanya Titah. "Mogok tah, motor aku", jawab Anita. "Oh..!!", seru Titah. "Loh kok kalian berdua malah berhenti disini sih, kan rumah masih jauh tah, Nit", kata Evi. "Vi, kamu gak lihat apa, tuh motornya Nita mogok tahu", sambung Eva. "Nah tuh Eva saja paham, kenapa motor ku mati dan berhenti disini bagaimana sih kamu ini, ada kak Arfani tuh, kalian tunggu dulu disini ya, kak, kak Arfani, tunggu", kata Anita. "Iya, eh kamu, ada apa ?", tanya Arfani. "Saya ingin minta tolong boleh ?", tanya Anita. "Boleh, apa itu ?", tanya Arfani lagi. "Motor aku kan mogok, tolong antar teman saya pulang ya", jawab Anita. "Oh begitu, boleh, boleh", kata Arfani yang bersedia menolong Anita untuk mengantarkan Titah pulang. "Oke, kalau begitu kak Arfani tunggu dulu disini ya", sambung Anita. "Oke", kata Arfani lagi. "Tah maaf ya saya tidak bisa antar kamu pulang dengan kak Arfani ya", kata Anita. "Oh ya sudah, kamu hati-hati ya", sambung Titah. "Iya..", kata Anita lagi. "Yuk tah, oh ya maaf ini helm nya", kata Arfani yang memberikan helm pada Titah. "Iya kak", sambung Titah. ** "Aku dan Arfani pulang bersama sementara itu Anita, Eva, dan Evi merasa senang, karena mereka berhasil membuat aku dan Arfani pulang sekolah bersama, ternyata motor Anita sebenarnya tidak mogok dan itu semua adalah rencana mereka untuk membuatku pulang bersama dengan Arfani, dan pada hari yang sama tepat pada malamnya Anita, Eva, dan Evi membawa buku sembilan resep cinta untuk ku praktikan pada Arfani", kata Titah. "Kira-kira masih ingat tidak sembilan resep cinta itu apa saja ?", tanya pembawa acara. "Iya masih", jawab Titah. "Boleh disebutkan tidak ?", tanya pembawa acara lagi. "Boleh dong hehe, sembilan resep cinta itu dimulai dari menuliskan nama Arfan, menaruh bunga mawar hingga mengubah penampilan, semua dilakukan Titah demi mendapatkan hati Arfani", jawab Titah lagi. "Oke, baik kalau begitu kita lanjutkan saja ke ceritanya lagi, dan inilah ceritanya", kata pembawa acara. ** Di rumah Titah Di depan rumah Titah.. "Assalamu'alaikum tante", Anita, Eva, dan Evi memberikan salam pada bu Salwa. "Wa'alaikumussalam, Anita, Eva, dan Evi", bu Salwa menjawab salam dari Anita, Eva, dan Evi. "Iya tante, Titah nya ada kan tante ?", tanya Evi. "Ada kok di atas, ke atas saja gih", jawab bu Salwa. "Iya tante", kata Anita. "Permisi tante", kata Evi. "Iya", sambung bu Salwa. Di balkon rumah Titah.. "Titah..", kata Anita, Eva, dan Evi. "Iya", sambung Titah. "Ini untuk kamu", kata Evi. "Apa ini vi, sembilan resep cinta ?", tanya Titah. "Iya, katanya ya tah dengan buku sembilan resep cinta ini cintanya tidak akan bertepuk sebelah tangan", jawab Anita. "Apakah benar ?", tanya Titah lagi. "Entahlah, kita coba saja", jawab Eva. "Baiklah", sambung Titah. "Dimulai dari menuliskan nama Arfani, katanya jika kita menuliskan nama seseorang yang kita sukai di langit bersama bintang pada malam hari, maka seseorang yang kita sukai itu akan mengingat dan bahkan memikirkan kita", kata Anita. "Hayo tah dicoba", sambung Evi. "Oke..", kata Titah. Dua hari kemudian.. Di rumah Anita Di kamar Anita.. "Sudah dua hari kita mencoba kedelapan buku sembilan resep cinta tapi tidak efeknya, apakah saya harus menyerah sampai disini saja ya ?", tanya Titah. "Tidak, saya tidak setuju kalau kamu menyerah begitu saja, masih ada satu lagi, yaitu merubah penampilanmu dan akan kita lakukan besok", jawab Eva. "Setuju..!!", kata Evi. "Tapi..!!", sambung Titah. "Jangan pantang semangat begitu dong temanku, pasti bisa kok, ini dia solusinya", kata Anita. "Apa itu Nit ?", tanya Evi. "Brosur", jawab Anita. "Nenek giginya tidak ada juga tahu kali itu brosur, maksudnya brosur apa ?", tanya Evi lagi. "Brosur untuk ikutan klub drama Inggris vi", jawab Anita lagi. "Oh..!!", seru Titah, Evi, dan Eva. "Lalu Nit ?", tanya Titah lagi. "Kamu mau ya ikut atau masuk ke dalam klub drama Inggris tah dan merubah penampilanmu ?", tanya Anita. "Bagaimana ya, tapi.. ?", tanya Titah lagi. "Tapi apa, mau ya ini semua demi Arfani ?", tanya Eva. "Baiklah ku coba", jawab Titah. "Baiklah kalau begitu tinggal kita cari seseorang yang bisa mengubah penampilan Titah", kata Eva. "Maksud kamu makeover Titah begitu ?", tanya Evi. "Iya..", jawab Eva. "Aha..!!, aku tahu siapa orangnya", kata Anita. "Siapa, siapa, siapa, Nit ?", tanya Titah, Eva, dan Evi. "Ada deh, nanti kalian juga tahu kok hehe, Titah tenang saja ya", jawab Anita. "Oke, kalau begitu saya pulang duluan ya", kata Titah. "Iya", sambung Anita. "Hati-hati ya tah", kata Evi. "Iya..", sambung Anita. ** "Kemudian mereka menyarankan saya untuk masuk ke dalam klub drama Inggris tersebut, ternyata berhasil dan orang yang mengubah atau makeover aku itu adalah kakak kelas ku sendiri dia juga yang pernah menolong ku di kantin sekolah dan dia bernama Ratna, kak Ratna, Titah mengucapkan terimakasih banyak sekali, karena kakak, saya seperti sekarang ini dan tahu cara berdandan, di saat saya mengubah penampilan saya berhasil menarik perhatian Arfani, dan selain Arfani temannya yang bernama Guntur juga suka pada saya dan mengungkapkan perasaannya pada saya, dan saya pun terdiam dan Guntur menyangka saya juga punya perasaan yang sama dengan dia, padahal saya waktu itu saya sedang memperhatikan Arfani yang baru saja memberikan sebuah surat cinta untuk saya", kata Titah. "Dan mbak Titah menyangka kalau surat cinta tersebut dari Arfani sendiri, benar tidak mbak Titah ?", tanya pembawa acara. "Iya benar..", jawab Titah. "Lalu selanjutnya apa yang terjadi mbak Titah ?", tanya pembawa acara lagi. "Saya dan dia pacaran", jawab Titah lagi. "Dia nya Arfani atau Guntur, mbak Titah ?", tanya pembawa acara lagi. "Dia nya adalah Guntur, dan seminggu saya berpacaran dengan Guntur, kalau tidak salah disaat saya pulang menonton film di bioskop, saya jujur padanya, kalau saya tidak pernah mengakui Guntur sebagai pacar saya, saya mengira Arfani yang memberikan surat cinta pada saya", jawab Titah lagi. "Lalu apa yang terjadi saat itu, apakah Guntur merasakan kecewa ?", tanya pembawa acara lagi. "Iya benar, Guntur sangat kecewa, kalau boleh jujur saya merasa sangat menyesal hingga saat ini", jawab Titah lagi. "Baik kita masuk kedalam cerita saja langsung", kata Pembawa acara. ** Keesokan harinya.. SMA Garuda Di aula SMA Garuda.. "Ini dia yang bernama Titah, kak", kata Eva. "Bisakah kakak mengubah penampilannya, makeover maksudnya kak ?", tanya Anita. "Tunggu sebentar, emmmmmmmmmm", jawab Ratna. "Oh jadi dia mau di makeover demi sebuah klub drama Inggris itu, na, na, stttsss Ratna", kata Arfani. "Emmmmmmmm", sambung Ratna. "Ku mohon bisa, bisa, oke", kata Arfani. "Oke..", sambung Ratna yang memberikan isyarat pada Arfani. "Syukurlah..", kata Arfani lagi didalam hati dan pergi meninggalkan Titah, Ratna, dan teman-teman Titah di aula sekolah.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD