Orang bernama Tarich yang merupakan seorang Guild Master Pedagang ini memang memiliki etika dan cara bicara yang bagus, namun... Orang ini memberikanku perasaan yang tidak enak. Aku memeriksa levelnya, dan dia hanya ada satu tingkat di atasku, Levelnya sama dengan Ksatria Penjaga yang ada di depan gerbang kota.
orangorangAku tidak mengerti bagaimana orang yang Levelnya tidak terlalu tinggi sepertinya bisa memimpin sebuah Guild, tapi rasanya kekuatan orang ini tidak bisa di ukur melalui levelnya, melainkan kekayaannya.
ini mampu menyewa petualang dengan level yang lebih tinggi dari levelnya, begitulah ini memperkuat dirinya.
“Maaf Tuan, mungkin ini kurang sopan untuk ditanyakan tapi, berapa usia anda?”
“Saya masih berusia enam belas tahun.”
“Anda baru satu tahun menjadi dewasa dan anda sudah menjadi Kepala Desa, itu sungguh pencapaian yang luar biasa.”
“Dewasa tidaknya seseorang tidak diukur dari usia belaka, tapi orang akan dikatakan dewasa saat mereka memiliki pikiran yang benar-benar matang dalam kepala mereka. Berkat kematangan cara berpikir saya dalam menangani Desa, para warga menunjuk saya sebagai pemimpin mereka.”
Orang bernama Tarich itu hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya.
“Benar, mengenai kabar angin yang menyatakan kemalangan yang menimpa Desa kami, jika Tuan Tarich tidak keberatan, bisakah anda memberi tahu dari mana datangnya sumber cerita itu?”
“Apa ada alasan kenapa Kepala Desa Muda ini menanyakannya?”
“Tentu saja, Kabar burung yang menyebar itu membuat orang-orang berhenti berkunjung ke Desa kami, mereka takut bahwa kabar itu benar, padahal... Itu adalah pekerjaan orang iseng yang ingin melihat desa kami mundur. Sebagai seorang Kepala Desa yang desanya sedang di fitnah, mana mungkin saya tidak peduli dan tidak menanyakannya?”
Mendengar apa yang keluar dari mulutku, ketiga bandit yang tau mengenai apa yang terjadi di desa itu tampaknya merespon dan mereka terlihat mulai kesal, namun orang yang bernama Tarich ini sama sekali tidak terlihat kesal. Dia begitu tenang seolah-olah orang ini mengatakan bahwa dia tidak ada kaitannya dengan insiden yang terjadi di desa.
“Anda benar-benar peduli terhadap Desa itu, pantas saja orang-orang memilih anda untuk memimpin mereka, walaupun masih muda tapi anda sangat cerdas dan itu membuat saya salut. Tapi Kepala Desa Muda, kabar mengenai kemalangan itu sudah lama menjadi buah bibir di kalangan masyarakat, tentunya informasinya bersumber dari mana sekarang sudah tidak jelas, itu sudah menjadi pengetahuan umum.”
“Kepala Desa? Ini hanya dugaanku saja, tapi apa kau berniat menarik pengunjung menuju ke desamu lagi dengan kunjungan kalian kemari?” sambung orang itu dengan langsung menatap tajam ke arahku.
Orang ini, dia sangat berbahaya. Tarich ini seperti memiliki kemampuan untuk membaca pikiran lawan bicaranya, berbicara dengan orang seperti dia hanya akan membuatku terpojok.
“Kepala Desa, ternyata kau memang masih sangat muda dan masih kurang banyak pengalaman, kau lupa dengan siapa kau bicara. Aku adalah seorang pedagang, kabar akan menyebar cepat melalui telingaku. Aku sudah mendengar tentang Desa Nimiyan yang tidak dapat memenuhi stok pangan Kerajaan Badamdas, padahal desa kecil itu adalah pemasok pangan terbesar nomor dua setelah kota Irishe ini.”
“Kau tau kenapa? Kemungkinannya adalah kemerosotan jumlah pekerja, dan... Kekeringan. Benar?” ucap Tuan Tarich sang Guild Master.
“Torn, Jangan bernafas di leherku, itu membuatku tidak nyaman,” ujarku mencoba mengingatkan Torn untuk tidak emosi.
“Torn, sebaiknya kau duduk saja jika kau lelah berdiri,” kata Lyod sambil memegangi bahu Torn dan menariknya ke kursi.
“Jika kau lelah maka sebaiknya kau minum, Nak.” ujar Pak Tua Bern sambil menyuguhkan segelas air pada Torn.
Torn memang sangat buruk dalam menahan emosinya, baru di bilang untuk tidak meledak dan dia saat ini sudah mencapai puncak emosinya. Orang ini... Tapi untunglah Tuan Bern dan Lyod mengerti dan segera menahan Torn.
“Hahaha... Kepala Desa, sebenarnya kedatangan kalian orang-orang Nimiyan kemari sudah cukup mengejutkan, tidak kusangka. Tapi akan selalu ada yang bertahan di saat sedang kesulitan, fakta itu tidak bisa di pungkiri lagi.”
Dia terdengar seperti orang yang telah merencanakan semuanya untuk Desa Nimiyan, tapi kita tidak bisa asal menuduh dia tanpa adanya bukti. Walaupun para bandit yang disuruh mengirim bangkai itu ada disini, aku tidak bisa membuktikan bagaimana mereka membawa bangkai itu kesana, dan jika aku terlalu gegabah menuduh mereka, di wilayah yang bukan teritori ku ini... Hanya akan mendatangkan keburukan untuk diriku sendiri.
Tenanglah! Eishi... Kau harua tetap tenang, bahkan Torn saja masih mampu mengawal emosinya, kau harus lebih mampu lagi.
“Karena kemunduran telah terjadi di desa kalian maka kalian tentulah membutuhkan banyak sekali dana untuk membangun dan memajukan desa itu kembali, jadi kalian pasti sudah tidak sabar untuk segera melakukan bisnisnya. Kalau begitu mari kita bicara tentang bisnis.”
Karena kami adalah pemilik barang yang akan di perjual belikan, seharusnya kami yang membuat penawaran, tetapi saat ini si Tarich ini mencoba menyudutkan kami dengan memberitahu pada kami titik lemah yang kami miliki. Si4l, dengan begini kesempatan untuk bernegosiasi sudah hilang, kendali sudah tidak ada di tangan kami. Jika bicara tentang kecerdasan yang nyata, tidak ada yang lebih baik daripada seorang Pedagang.
“Tuan Bern... Untuk Potion yang kau buat kali ini, kualitasnya memang lebih baik daripada Potion yang kau buat sebelumnya. Aku akan membeli semua yang ada di kereta kudamu itu, jumlahnya 40 botol dan harganya adalah 40 keping emas.”
“Master Guild, itu adalah harga untuk Potion Biasa, bukankah Potion kali ini berbeda? Bagaimana harganya bisa jadi sama?” sanggah Paman Bern.
“Ah... Bahaimana aku seorang Guild Master bisa salah mengira? Ya ampun... Aku benar-benar sudah bertambah tua, tapi aku sungguh yakin perhitungannya sudah benar,” jawab Tuan Tarich dengan menunjukkan senyum liciknya pada kami.
“Tidak Tuan Tarich, perhitungan anda salah,” sela salah satu Bandit yang berdiri di belakangnya.
“Haa...???”
“Seharusnya itu dihargai 20 keping emas, bukan 40,” imbuh Bandit itu.
Lyod yang sedang menahan amarah Torn malah sekarang menjadi dia yang marah karena mendengar omongan Bandit itu yang sangat tidak masuk akal. Waktu Lyod hendak bergerak maju aku menahannya dengan memagarkan tanganku.
“Baiklah Tuan Tarich, kami akan mengambil harga 20 keping emas untuk 40 botol Potion yang kami bawa di kereta kami,” ujarku.
Astaga, yang tadi itu nyaris sekali. Jika aku tidak menyadari kapan Lyod akan bergerak maka semuanya akan kacau. Lebih baik mengambil apa yang bisa di ambil daripada harus kehilangan semuanya.
“Wah wah... Kepala Desa memang orang yang bijak, kalau begitu bagaimana jika aku menambahnya 5 keping emas? Semuanya akan menjadi 25 keping emas untuk 40 botol Potion yang ada di kereta.”
“Tuan Tarich telah menunjukkan kebijaksanaannya, kalian harus berterima kasih pada Tuan Tarich,” kata Bandit di belakang Tarich.
“Guild Master, saya sungguh mengucapkan rasa syukur yang amat banyak atas kemurahan hati anda,” ujarku sambil menunduk memberi hormat pada pria licik bernama Tarich ini.
“Ririna... Tolong siapkan uangnya untuk mereka, dan untuk Potionnya tolong suruh orang untuk membawanya ke ruanganku.”
“Baik Master!!!” jawab Ririna yang segera bergegas melaksanakan apa yang di katakan oleh Guild Masternya itu.
“Kalau begitu aku harus undur diri terlebih dahulu, semuanya aku serahkan pada Ririna. Ada banyak hal yang harus ku kerjakan. Kepala desa, sampai bertemu lagi!” ucap Tarich dengan menunjukkan senyum ramahnya yang terlihat palsu.
Tarich dan para Bodyguard nya itu pergi ke atas meninggalkan kami. Benar-benar orang yang licik.
“Dasar Bangsawan Brengs3k! Dia bersikap semena-mena pada kita, bahkan dia tidak melakukan bisnisnya secara jujur dan juga adil. Ichigaya, kenapa kau menahanku untuk marah padanya? Tindakan yang ia tunjukkan pada kita itu sungguh tidak pantas,” kata Lyod dengan kesal.
“Apa yang di katakan oleh Lyod itu benar, orang-orang itu sudah cukup keterlaluan,” imbuh Torn dengan wajah yang biasa, dia tidak terlihat kesal ataupun marah, dia seperti teredam sepenuhnya.
“Torn, di saat seperti kau malah terlihat lebih tenang daripada Lyod, apa sesuatu membentur kepalamu?” candaku.
“Ingat ini teman-teman, ingat perasaan ini baik-baik! Begitulah perlakuan yang akan kita dapatkan jika kita lemah, orang yang lebih kuat dari kita akan selalu menindas kita jika mereka mempunyai kesempatan. Menunjukkan taring kita saat kita lemah itu seperti mengundang maut, kita harus menunggu waktu sambil mengasah taring kita itu. Belum saatnya kita menggigit, kita masih lemah. Tapi berjanjilah padaku, saat kita semua mulai menjadi kuat, kita akan menggigit dengan lebih sakit daripada mereka,” ujarku pada kedua temanku itu sambil menepuk pundak mereka.
“Kami mengerti, Kepala Desa!!!” jawab mereka berdua dengan wajah yang tampak kembali bersemangat.
Tak lama setelah itu Ririna datang membawa kantong uang untuk diberikan pada kami.
“Tuan Bern, aku sungguh minta maaf. Semuanya malah menjadi seperti ini. Ku pikir semuanya akan berjalan dengan baik, tapi malah sebaliknya,” ucap gadis bernama Ririna itu dengan wajah yang tampak menyesal.
“Sudahlah Nona, Kepala Desa kami juga tidak mempermasalahkan apa yang terjadi, jadi... Kau tidak perlu merasa bersalah untuk ini. Kepala Desa kami selalu bilang...”
“Di bawa santai saja,” celetupku sambil tersenyum.
“Kalau begitu kami harus segera pamit, kami tidak bisa meninggalkan desa terlalu lama. Nona Ririna, terimakasih atas keramahanmu ini. Jika kau punya kesempatan datanglah bermain ke Desa kami, meskipun hanya desa kecil, aku yakin itu akan menjadi kunjungan yang menyenangkan. Dan... Teman-temanku ini pasti akan sangat bahagia jika kau bisa mampir,” kataku sambil menepuk punggung Torn dan Lyod hingga mereka terdorong ke depan.
“Ya! Kami pasti akan sangat menyambutmu datang ke desa kami, kau tau jika kau bermain kesana kau pasti akan melihat banyak hal yang mengesankan.”
“Benar-benar! Banyak perubahan yang telah terjadi di desa, mungkin kau akan menjumpai benda-benda yang tidak pernah kau temui sebelumnya.”
“Oy! Kalian berdua jangan terlalu bersemangat seperti itu, kalian tidak sadar kalau itu malah membuat Nona Ririna jadi takut, kalau dia tidak jadi mampir gimana? Pokoknya ayo kita pulang,” sambil menarik Torn dan Lyod aku mengatakannya.
“Nona Ririna!!! Pastikan kau datang untuk berkunjung, Torn dan aku akan menjagamu selama kau ada disana!”
Ririna gadis Resepsionis Guild Pedagang itu tersenyum sambil melambaikan tangannya, di iringi oleh setiap lambaian gadis manis itu kami semua keluar dari Guild Pedagang dan bersiap untuk segera pulang.
***