Sial! Ini sih bukan tamak lagi namanya, ini... Ah... Aku tidak tau harus mengatakan apa pada apa yang ku lihat saat ini. Tapi aku yakin, jika Souran Baghi bisa menyimpan sebuah gunung, orang itu pasti bisa melakukannya. Pasokan makanan yang bisa di katakan dalam jumlah hampir tidak terbatas, ada tumpukan sayuran di atas tumpukan lainnya, pasokan itu berjajar lebih rapat di bandingkan sebuah domino. “Kau butuh sebanyak apa, Kawanku?” sambil tersenyum sungging dan nada yang terdengar sombong, Arvantha mengatakannya. “Se-se-perdelapannya saja,” jawabku dengan grogi. “Shatruva, siapkan seperdelapan Pasokan kita untuk Eishi, tambahkan sedikit juga!” kata Arvantha. “Segera saya siapkan, Tuan Arvantha!” balas Shatruva. Pria itu kemudian langsung bergegas menyiapkan barang yang ku butuhkan.

