Pak Tua Zandar

1669 Words
Tak peduli seberkilau apa barang yang mereka jual, elok ataupun indah. Sesuatu yang menarik hanyalah hal yang membuat orang penasaran, hehe... Dan tidak wajar tentunya. Karena di dunia ini Kentang di anggap tumbuhan yang lebih beracun di bandingkan jamur, maka tidak ada satupun dari mereka yang pernah merasakan bagaimana rasa kentang itu sebenarnya. Saat mereka melihat bagaimana benda yang sangat beracun itu di makan, mereka akan mulai penasaran, mulai tertarik, dan akhirnya akan tergiur untuk mencobanya. Meskipun mereka takut untuk pertama kalinya. Yah... Bagaimanapun juga, tak kenal maka tak sayang. Kenali dulu dan kau akan menyayangi kemudian. Tsa.... Toko yang menjual aneka olahan dari kentang, sudah resmi di buka!!! “Kita sudah berdiri di sini dengan memperlihatkan kentang-kentang segar kita selama lima menit, tapi tak satupun dari orang-orang yang lewat mampir ke kios kita.” “Haha... Itu karena baru di buka selama lima menit, jadi wajar kalau mereka tidak melihatnya... Ya, kan?” imbuhku. Lima menit bertambah lima menit lagi, kemudian terus menumpuk lima menit lainnya hingga menjadi satu jam. Dan tak ada satupun orang yang datang. “Apa yang salah? Apakah mereka tidak melihat spanduk yang kita buat? Tulisan sebesar dan semencolok ini tidak menarik perhatian pelanggan manapun? Padahal aku sudah menulisnya dengan sangat baik.” “Kepala Desa, saya rasa itu bukan karena bagaimana anda menulisnya, hanya saja... Apa yang anda tulis di sana benar-benar membuat orang kebingungan,” jawab Hathor. “Kita tidak akan membuat kemajuan jika terus seperti ini, apa kau tau apa yang kurang, Hathor?” “Ya... Kalau saya boleh memberi saran, karena Kepala Desa mengambil kentang goreng dari sihir ruang anda, mereka tidak bisa merasakan aromanya. Aroma kentang goreng yang paling kuat adalah ketika mereka baru saja selesai di goreng. Hemph!!! Itu membuat saya ingin segera memakannya saat baru diangkat dari penggorengan,” kata Hathor. Kalau di pikir-pikir ya juga, saat kios baru di buka aku langsung menata kentang-kentang itu, bukankah itu aneh? Sama halnya aku memperdagangkan racun. Satu jam juga bukan waktu yang sebentar, selain dingin... Kentang-kentang gorengnya juga akan kehilangan rasa puncaknya. Jika ingin menjualnya dengan benar, hanya ada satu cara. Memasak dan mengolahnya secara langsung di sini. Ini akan menjadi sebuah pertunjukan yang menarik. “Hathor, terima kasih sarannya. Bisa kau jaga kiosnya sebentar? Aku akan pergi ke kereta, sebentar lagi aku akan kembali.” Baiklah... Aku akan membuat sebuah penggorengan, dan itu haruslah sesuatu yang berbeda agar lebih menarik banyak perhatian. “Fogging Brain!” Bayangkan sebuah penggorengan yang berbeda, bukan menggunakan tungku melainkan tuas, tidak memerlukan kayu bakar melainkan cukup mengalirkan sebagian kecil Mana yang di salurkan melalui Rune. Rune itu akan menjadi pengganti gas, bersyukurlah karena dunia ini adalah dunia yang memiliki peradaban sihir. Menggabungkan antara sihir dan juga teknologi bukanlah hal yang buruk. Sip! Selesai... Sebuah benda yang benar-benar sesuai dengan apa yang aku imajinasikan. Saatnya dunia melihat ke jeniusanku. “Kepala Desa... Kotak apa itu sebenarnya?” “Hehe... Ku beri tau kau, ini adalah sebuah Rune. Digunakan untuk menggoreng kentang, apa yang kau lihat mirip seperti lingkaran ini adalah tuas yang ku sebut Switch.” “Saat kau tekan sedikit dan memutarnya, kau akan mendapatkan api,” imbuhku sambil melakukan apa yang aku katakan. “Tidak perlu repot menyiapkan kayu bakar, kau hanya perlu mengalirkan sedikit Mana ke sebuah Rune berelemen api ini, mantranya terletak pada benda yang ku sebut switch. Jadi tidak perlu repot mengucapkan mantra, bagaimana? Keren, kan?” “Kepala Desa luar biasa! Tidak ada satu orangpun di benua ini yang bisa di bandingkan dengan anda. Membuat Rune adalah sebuah pekerjaan rumit, tapi anda dalam sekejap mampu memikirkannya dan membuatnya menjadi nyata.” “Sip! Sekarang kita tinggal menunggu minyaknya panas. Bisakah kau ambilkan beberapa kentang? Kita akan mulai serius sekarang.” “Oke! Sekarang bisakah kau bantu aku untuk mengupas kulitnya? Gunakan pisau ini!” kataku sambil memberikan Hathor sebuah pisau pengupas. Bahkan seorang rookie sekalipun dapat memotong kulit sayur atau buah apapun dengan mudah jika menggunakan pisau itu. “Saya tidak pernah mengupas kulit kentang tapi, ini sangat mudah dan menyenangkan.” “Yosh! Pertahankan semangatmu itu, Hathor!” “Kita buat keributan!” Tak! Tak! Tak! Suara pisau mengetuk talenan dengan keras membuat keriuhan yang memancing orang-orang melihatnya. Selama aku memotong kentang menjadi persegi panjang Manaku terus terkuras karena penggunaan Rune penggorengan itu, selama alatnya di gunakan, Manaku akan terus terkuras. Hanya saja... Pemulihan Manaku lebih cepat di banding pengurangannya. Biarpun lama, aku pasti bisa bertahan, bukan? “Aku sudah melihat spanduknya tapi, kukira itu hanya sesuatu untuk menarik minat pelanggan. Tapi aku tidak menyangka, apa yang mereka jual adalah kentang yang sesungguhnya.” “Benar! Mereka mengupas benda beracun itu tanpa menggunakan pelindung tangan, kah? Apa tidak apa-apa seperti itu?” “Ntahlah, aku penasaran. Sebaiknya kita lihat saja dari dekat!” Bagus! Meskipun mereka masih belum tentu menjadi pelanggan atau bukan. Setidaknya mereka mulai tertarik dengan daganganku, keputusan mereka... Tergantung dari bagaimana aku membuat mereka terkesan. “Apa minyaknya sudah mengeluarkan banyak gelembung?” “Ya, Kepala Desa! Sepertinya minyaknya sudah panas!” jawab Hathor. “Bagus! Sekarang bantu aku memasukkan kentang yang sudah di potong. Aku akan membuat sausnya.” Sebenarnya aku sudah membuat saus siap saji di Inventory-ku. Hanya saja, membuatnya kembali akan terasa lebih menarik. “Mereka menggoreng kentangnya?!” “Eh?!!! Apakah itu bisa di sajikan? Bahan paling beracun di dunia.” “Apa mereka datang kesini untuk menjual benda itu pada kita, sebagai makanan?!” “Ya! Bahkan mereka menyiapkan saus juga, bukankah itu artinya memang untuk di sajikan sebagai sebuah makanan.” “Ya ampun, ini gila! Seseorang menjual racun untuk di makan.” Di depan kiosku sudah semakin riuh saja, keramaian ini juga menjadi salah satu alasan kenapa banyak sekali orang yang mulai berkerumun. Haruskah ku angkat kentangnya? Tidak! Sedikit lagi, kematangan yang pas akan memicu aroma puncaknya. Sekarang!!! Wangi yang seolah menggelitik perut untuk segera berbunyi itu berasal dari kentang yang baru aku angkat dari penggorengan. Warnanya yang kuning mengkilap karena minyak bagaikan potongan emas kecil, hanya saja dengan bau yang menggugah selera. “Nah penduduk Kota Damaa sekalian, menurut kalian semua bagaimana bau racun ini? Sedapkah? Apa ini cukup untuk membuat air liur kalian keluar? Cukup?!” tegasku. “Baunya memang lezat tapi, sadarlah semuanya. Itu adalah kentang, sebuah tumbuhan beracun yang tidak pernah ada seorangpun memakannya selama berabad-abad. Bukankah itu sudah jelas?!” “Menang jelas... Akan tetapi... Baunya... Benar-benar menggoyahkan hatiku.” “Saat kau makan! Maka saat itu juga hidupmu berakhir, lho.” “Benar, kita tidak boleh tertipu oleh aromanya. Mungkin aroma ini di hasilkan dari sebuah sihir pemikat. Kita tidak pernah tau itu jadi kita harus berhati-hati.” Kress!! Krezz! Krzzz! “Apa yang kalian ributkan. Hanya karena kalian tau benda ini beracun, kalian tidak akan pernah tau apakah ini bisa dimakan atau tidak, kecuali kalian memakannya sendiri,” kata Hathor sambil memakan potongan kentang yang sudah di goreng itu. Kegaringan yang sempurna dari kentangnya menciptakan melodi yang masuk ke telinga dan berhenti di perut, sehingga memancingnya untuk keroncongan. Suara kentang goreng saat di gigit, benar-benar membuatku ingin menggigitnya lagi. Kalian mungkin juga berpikir demikian. “Asalkan kalian mengolahnya dengan benar, apa yang kalian anggap racun akan menjadi makanan yang lezat. Jika kalian tidak percaya, kenapa tidak mencobanya sendiri?” “Itupun kalau kalian pria yang berani menyebrangi jembatan kematian,” imbuh Hathor. Oy! Berhentilah mengatakan seolah-olah makan kentang perlu bertaruh nyawa. Itu mwmbuat mereka ragu untuk maju, kan? Apa tidak ada cara lain untuk menarik minat mereka selain dengan memprovokasi? Mereka terdiam untuk beberapa saat karena mereka merasa ragu, tapi Hathor... Dia terus-menerus memakan kentangnya tanpa mempedulikan tatapan orang terhadapnya. Aku harus terus memasak, tinggal menunggu waktu sampai mereka semua mulai tertarik. “Pria besar itu memiliki tubuh sebesar Berserk. Sudah pasti racun tidak akan mempan terhadapnya, itu sebabnya dia tahan memakan banyak sekali kentang. Orang seperti kita yang tidak kebal racun, mungkin akan segera tumbang setelah satu kali gigit,” “Kau benar, dia mungkin kebal terhadap racun.” Mereka ragu dan terus ragu, tapi Hathor tidak peduli dan tetap memakannya, suara kentang yang semakin bervariasi di hasilkan dari cara Hathor menikmatinya. Memakan satu potong demi satu potong, atau memakannya banyak sekaligus, menghasilkan suara kriuk yang berbeda. Tanpa sadar para orang yang menjadi penonton itu mulai meneteskan liur mereka. “Meskipun aku tau benda itu sangat beracun, tapi kenapa? Setelah melihat pria besar itu sangat menikmatinya, aku jadi tak tahan ingin mencobanya juga?” “Si4l, perutku terus berbunyi ketika menyaksikan seseorang tengah memakan racun. Suara yang di hasilkan oleh benda itu terlalu berbahaya. Jangan katakan kalau aku mulai terpesona.” “Sudah cukup! Kalian anak muda diam saja...” Suara yang lantang itu memecah keriuhan. Ternyata itu adalah suara seorang kakek-kakek yang terlihat sangat tua. Bahkan Kakek Teemo kurasa masih kalah tua. Kakek ini sudah tidak bisa berjalan dengan benar menggunakan kedua kakinya, mungkin karena penuaan tulangnya sudah banyak berkarat dan bautnya juga banyak yang lepas. “Itu Tuan Zandar mantan penyihir agung Kerajaan Parandis, dia adalah Ras Manusia dengan usia tertua yang pernah di catat oleh sejarah dunia. Bahkan sekarang usianya hampir menginjak 300 tahun.” “Aku tidak bisa membayangkan hidup selama itu, apa menjadi tua semenarik itu?” Tiga ratus tahun, untuk manusia... Usia sebanyak itu sudah terbilang sangat tua, kakek ini mampu bertahan hidup sampai sekarang, apa yang membuatnya begitu termotivasi? “Anak kecil bertubuh besar!” Eh? Apa yang di maksud pak tua itu adalah Hathor? “Kau mengatakan sesuatu yang sangat menarik, ya!” “Pria yang berani menyebrangi jembatan kematian, katamu? Jangan membuat pak tua ini tertawa. Selama aku mengabdikan diriku untuk melindung kerajaanku, aku telah berkali-kali bertaruh nyawa. Tapi kematian selalu memalingkan wajahnya dariku.” Benarkah pak tua Zandar ini sudah melalui banyak peperangan? Levelnya 42 tapi, tidak adakah seorang pun yang mampu membunuhnya? “Sejujurnya aku sudah bosan dengan hidupku yang terlalu panjang ini. Jika kentang itu mampu membunuhku, maka kedengarannya akan sangat bagus, jika aku mati dalam keadaan perut kenyang.” “Berikan aku kentang gorengnya!”
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD