Seratus Empat

1670 Words

Hujan kembali mengguyur jalanan, di sampingnya ada seorang wanita yang terus menangis menatap jalanan lengang yang sudah masuk pintu tol. Calvin memegang dagunya, mengingat atmosfer yang sama dengan yang dia rasakan ketika berusia tujuh tahun. Kala itu dia duduk di kursi penumpang. Sementara ibunya yang menyetir mobil sambil menangis. Mereka juga melewati jalan tol. Calvin kecil memegang seat belt dengan erat, air hujan yang deras membuat arah pandangan tidak terlalu terlihat, ditambah ibunya yang terus menangis, beberapa kali ibunya membanting stir karena hampir menabrak pembatas jalan. Lalu mobil berhenti di bahu jalan tol, ibunya menelungkupkan wajah di stir sambil terisak. Calvin hanya menatap ibunya yang menangis itu. Dia masih sangat ingat, potongan rambut ibunya yang sebahu, j

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD