.. key kaget karena di lihat nya yoga menggenggam tangannya dengan erat,
"jangan, jangan tinggalin aku, aku mohon"
yoga semakin erat menggenggam tangan key,,
key berusaha bangkit, tapi tidak bisa, karena tangan yoga yang kekar menggenggam nya dengan erat,
..
"mas yoga, bangun mas " key berusaha membangunkan yoga,
yoga perlahan membuka mata, setelah bangun sepenuhnya yoga terperanjat, kaget karena ada wanita cantik yang menimpa tubuh nya, dan dia menggenggam tangannya,,
reflek yoga mendorong key, "ngapain kamu di kamar saya, kamu sengaja mau menggoda saya"
"bapak yoga yang terhormat, gak usah kepedean, saya kesini cuma mengantarkan makann yang anda pesan tepat jam 9"
"terus ngapain kamu pegang pegang tangan saya, oh saya tau kamu m***m ya"
tuduh yoga
key yang awal nya menatap yoga saja bahkan gak berani, kini dia tertawa kecil bernada mengejek "bukan nya mas yoga ya, yang tiba tiba narik tangan saya, terus bilang aku mohon jangan tinggalin aku" sambil terkik ketawa kecil ,,
yoga bangkit dari tempat tidur nya, berjalan mendekati key
key mundur sampai mentok ke tembok,
yoga semakin mendekat sampai jarak mereka hanya beberapa senti saja ,,
..
key kini tak berani menatap wajah nya yoga, matanya terpejam, jantung nya berdetak tidak karuan,, muka nya jadi merah,
tiba tiba saja yoga terkekeh geli "hahaahha,,, kamu pikir saya se m****m itu Ha"
"keyla putri Abimana, kamu memang cantik, bahkan sangat manis jika di pandang lebih dekat, jangan membuat saya jatuh cinta, karena kalo saya sudah jatuh cinta kamu tidak akan bisa lari" sambung nya sambil ketawa
..
terdengar seperti nada ancaman, tapi bukan nya membuat key takut, malah membuat wanita cantik ini senyum tipis yang menambah kemanisan nya,,
..
situasi kembali serius, "kamu sudah makan" tanya yoga
"be_belum pak" jawabnya malu malu tapi jujur
"baiklah, hari ini kamu temani saya makan, anggap saja kalo ini langkah pertama saya"
"tapi pak..!! "
"tapi apa key ? "
"anu ,,, saya masih banyak kerjaan, saya takut di marahi bos saya"
"siapa bos kamu? pak Boby? "
key hanya mengangguk meng iya kan,
yoga mendekati telpon genggam yang tersedia di meja, terdengar seperti memanggil seseorang,
benar saja, tidak lama Boby pemilik villa tersebut, bos nya key sekaligus temannya yoga datang nyamperin
..
"bro gua minjem 1 pegawai lu ya, buat nemenin makan, gua malas makan sendiri" ucap yoga dengan santainya
..
"santai aja bro, puas puasin lu disini, tenangin diri lu, anggap aja rumah sendiri" jawab Boby
"key, kamu temenin yoga ya, hari ini kamu bebas dari kerjaan villa, kamu temenin yoga kemanapun dia mau, dia orang baru disini jadi belum tau daerah sini"
"baik Pak" jawab key, pura pura terpaksa padahal dalam hati nya ada kegembiraan
"ok bro, gua masih ada urusan, lu nikmatin liburan lu sepuas nya ok" ucap Boby sambil menepuk bahu yoga
"ok thank you bro " balas yoga sambil senyum,
tidak lama Boby langsung pergi keluar, dan kini hanya ada key dan yoga di dalam kamar no 13 itu,,
key kini merasa jantung nya kembali berdetak, pikirannya traveling membayang kan seandainya peria tampan yang ada di depannya ini adalah milik nya
pipinya yang mungil dan bersih kini jadi merah merona....
.
"kamu lagi ngebayangin apa"
suara yoga mengagetkan nya..
"nggak pak _ eh mas maaf, saya gak ngebayangin apa apa"
"yaudah ayok temenin saya makan, ngapain malah bengong disitu, mau saya laporkan ke Boby kamu biar di pecat"
ancam yoga, padahal dia hanya bercanda
"eeeeee.. ja_jangan pak , eh_mas jangan di laporin, saya masih butuh pekerjaan _ saya masih butuh uang untuk menghidupi nenek saya"
jawab key seperti nada ketakutan
"udah nanti aja curhat nya, saya sudah lapar, ayo makan"
reflek yoga menarik tangan key, menuntunnya ke meja makan,
.
sampai di meja makan key langsung menyiapkan makann yang di bawa nya tadi, ada semur daging, goreng ikan, sambal lengkap dengan lalapan nya, dan sayur asem,
setelah makanan terhidang yoga dan key langsung makan,
yoga begitu lahap menikmati makanannya , entah karena lapar, atau karena masakannya yang enak.
ada rasa bangga di hati key, melihat yoga begitu lahap makan makanannya,
"ini semua kamu yang masak"
tanya yoga
"ia mas, ini semua aku yang masak"
"emang tidak ada koki atau restoran disini"
"ada mas, saya salah satu tukang masak nya"
"berarti selain beres beres, kamu juga jadi tukang masak"
"ia mas"
"berapa Boby gaji kamu ? "
"alhamdulillah mas, cukup untuk bekal sehari hari "
"selain kerja disini, biasanya apa yang kamu kerjakan"
tanya yoga penasaran
"saya kuliah mas, semester akhir, di kampus tidak jauh dari sini"
"kamu gak capek kerja sambil kuliah"
"dua hal yang melelahkan dalam hidup saya, kuliah sambil kerja,
tapi yaaa mau gimana lagi mas, dua dua nya saya butuh"
jawab key bernada seolah pasrah
yoga mengangguk serius, seakan dia merasakan apa yang di rasakan key,
dari sorot matanya dia bisa memahami dia seperti sosok tulang punggung keluarga,,
"masakan kamu enak, meski terlihat sederhana tapi baru kali ini saya merasakan rasa yang beda,
apa karna wanita cantik yang masak nya, jadi rasa enak nya beda dari yang lain" ucap yoga mulai menggoda,
key tersenyum malu, senyum yang manis ditambah lesung pipi yang menambah kemanisannya,,,
yoga yang dari tadi memperhatikan jadi ikut tersenyum,
rasanya gereget banget, pengen ngelus ngelus pipi nya yang merah merona karena malu,,
baru kali ini yoga merasa ada yang aneh dalam hati nya saat melihat key,
di kehidupannya banyak wanita wanita cantik dan seksi, yang berusaha menggoda nya, secara dia seorang bos yang masih muda dan tampan.
tapi hati nya tidak tertarik melihat wanita wanita itu,
lain saat melihat key, deg deg an, penasaran, rasanya seperti campur aduk,,,
..
setelah selesai makan, key langsung membereskan meja makannya,,, sedangkan yoga yang sedang duduk di sofa, seolah pandangannya tidak lepas dari memperhatikan key,,,
key yang menyadari yoga memperhatikan nya, jadi salah tingkah, ,
pemandangan yang indah " ucap yoga dalam hati nya
..
setelah semuanya beres, bersih dan rapi
key meminta izin pada yoga untuk pamit pulang,
"mas yoga, saya izin pulang sebentar, saya harus nganterin obat buat nenek saya dulu"
"rumah kamu dimana" tanya yoga
"rumah saya lumayan jauh mas, sekitar 4km dari sini "
"saya ikut ke rumah kamu ya, saya suntuk disini, sekalian saya pengen liat liat daerah sini"
"tapi mas ..!
key bermaksud menolak
" udah kamu jangan protes, tunggu sebentar, saya ganti baju dulu"
yoga ganti baju, yang tadi nya pake baju santai
kini sudah berganti, celana jeans warna hitam yang tidak terlalu ketat, kemeja polos dengan warna senada, dan jaket berwarna abu-abu,
"memang kalo ganteng dari sana nya mah, pake pakaian yang kayak gimana juga tetep ganteng" puji key dalam hati nya
"jadi berangkat nggak"
suara yoga mengagetkan nya,
"jadi mas"
"yaudah ayok, kenapa malah bengong"
yoga meraih tangan key, menariknya pelan supaya mengikutinya,
yoga berjalan sambil menggandeng tangan key,,
key tersenyum tipis, melihat tangannya di pegang yoga,
bukannya lewat pintu keluar yoga malah
berjalan menuju meja resepsionis
"kok lewat sini mas" tanya key bingung,
"udah ikut aja" jawabnya singkat
"mbak bisa panggilkan pemilik villa nya, saya mau bicara" ucap yoga pada dua resepsionis yang berjaga
"baik mas, tunggu sebentar saya panggilkan dulu" jawab resepsionis itu
ada rasa penasaran dalam hati dua resepsionis itu, kenapa tamu nya minta di panggilkan pemilik villa, datang dengan menarik tangan key,
apa dia mau mengadukan suatu masalah,
meski demikian dua resepsionis itu tidak berani bertanya,
tidak lama Boby pun datang
"eh lu bro, ada apa, gua kira tamu penting" Boby terkekeh mengejek,,
"mana kunci motor .. gua suntuk disini, gua mau ikut maen ke rumah nya key, sekalian pengen liat liat daerah sini"
"ehemmmm ada yang nyari kesempatan nih" sindir halus Boby
"udah buru jangan banyak b***t, mau gua tlpn asisten gua buat "
belum beres yoga dengan ucapannya Boby sudah menyodorkan kunci motor miliknya
"ngancam terus, ngancam terus "
gerutu Boby
yoga tertawa menang, tidak di pungkiri, perusahaan yoga memang berperan penting dalam bisnis villa temannya itu, selain itu, orang orang kepercayaan yoga juga banyak yang turut menjaga keamanan villa tersebut.
.
"gua berangkat dulu bro"
"hati hati lu, key jagain ya, awas jangan sampe hilang"
ucapan yoga memang mengejek, tapi juga perhatian
key dan yoga berjalan menuju parkiran khusus, disana terparkir motor ninja keluaran terbaru berwarna hitam metalic,
lagi lagi, di mata key rasa nya pas banget kalo yoga yang menaiki motor itu, terlihat keren, yoga yang bertubuh tinggi dan kekar menaiki motor gede, lain dengan Boby yang gendut.
. ..
yoga perlahan melaju kan motor nya, setelah keluar dari parkiran villa, yoga melaju kan motornya dengan kecepatan tinggi, membuat key jadi memeluk pinggang nya dengan erat,
ya, memang itu yang di harapkan yoga,
sepanjang jalan yoga tersenyum di balik helm,
..
di jalan yoga berhenti di toko buah, membeli beberapa buah buahan untuk nenek nya key,
dia ingin memberikan kesan yang baik untuk pertemuan pertamanya,
dia juga berhenti di toko kue, membeli beberapa kue,
key yang dari tadi hanya memperhatikan terkejut saat mendengar pelayan toko kue menyebutkan total belanjaan kue yoga,
"hampir setara sama gajiku sebulan" ucap key dalam hati nya,,
key penasaran, buat siapa yoga beli kue banyak dan mahal
"mas, ini kue buat siapa"
"buat nenek calon mertua"
mendengar jawaban yoga, key tersenyum malu,
lagi lagi yoga berhasil menggoda nya,,,
setelah 1 jam perjalanan akhirnya sampai di rumah key,
rumah kecil yang sederhana,
kalo di bandingkan dengan rumahnya yoga memang sangat jauh berbeda,
,
rumah kecil dan sederhana, namun terlihat rapi dan bersih, dikelilingi tanaman hias yang menambah keindahan..
.
tok tok tok "assalamu'alaikum nek, nek key pulang"
"Waalaikumsalam"
terdengar jawaban dari dalam,
key dan yoga langsung masuk karena pintu tidak di kunci,
terlihat nenek salimah (nenek nya key) sedang duduk nonton TV di sofa,
dia kaget karena tidak biasanya key pulang dengan laki laki,
"assalamu'alaikum nek"
key menyalami tangan nenek nya, di ikuti oleh yoga,
"hallo nenek, kenalin nama saya yoga, calon suami nya key"
yoga memperkenalkan dirinya dengan penuh percaya diri,
key langsung mencubit pinggang nya yoga "mas yoga,,, apa apaan siiii, jangan becanda deh" bisik nya pada yoga
yoga terkekeh melihat key yang tersipu malu,
nenek salimah tersenyum melihat cucu kesayangannya yang terlihat bahagia, terlihat dari sorotan matanya, cara senyum nya,
key mempersilahkan yoga duduk,
"kamu kok pulang jam segini nak" tanya nenek salimah
"ia nek, aku mau nganterin obat buat nenek, soalnya kan tadi pagi nenek gak enak badan, jadi key kepikiran terus"
"nenek tidak apa apa ndo, nenek sehat sehat saja kok"
"tapi key khawatir, jadi kepikiran nenek terus, daripada key kerjanya gak fokus, mending anterin nenek obat"
jawab key manja, sambil memeluk nenek salimah,
semenjak di tinggal kedua orang tuanya dan pindah rumah, key memang hanya tinggal berdua dengan nenek nya, karena key anak tunggal,
terlihat manja dan sayang banget sama nenek nya.
melihat pemandangan itu yoga jadi ingat sama ibu nya,
semenjak yoga bersembunyi di villa temannya itu, dia belum mengabari keluarganya lagi,
dia takut telpon orang rumah nya sudah di sadap sama musuh musuh nya,
jadi yoga berusaha untuk tidak ngabarin orang tuanya dulu, supaya rencananya berjalan dengan mulis