first kiss

2901 Words
hari sudah mulai gelap, di tambah mendung yang sepertinya akan turun hujan. yoga, key dan nenek salimah masih asyik mengobrol... "nak, orang tua kamu tinggal dimana" tanya nenek salimah pada yoga "mama sama papah aku tinggal di jakarta nek" jawab yoga singkat, sebenarnya ada yang yoga tidak ceritkan, dia tidak menceritakan bahwa keluarganya berasal dari Surabaya, entah apa yang membuat yoga belum ingin menceritakan semuanya,, melihat yoga yang sepertinya enggan untuk menceritakan keluarganya lebih jauh, nenek salimah pun paham, ,, hari sudah menunjukan pukul 4 sore, dan yoga merasa betah disana, suasana yang tentram dan damai, jauh dari hiruk pikuk kendaraan dan keramaian, ... key yang duduk tidak jauh dari yoga mendengar suara kukuruyuk seperti suara perut yang kelaparan. dan benar saja dilihatnya yoga megang perut nya sambil tersenyum malu "mas yoga lapar " tanya key sedikit panik "maaf ya mas aku lupa nawarin makan, mas yoga tunggu disini ya biar aku masakin" yoga hanya mengangguk tanpa bicara apa apa, padahal dalam hatinya baru kali ini bertamu sampai kelaparan, biasanya kalo bertamu selalu di hadapkan dengan meja yang penuh makanan, tapi tidak apa apa, kesempatan biar bisa makan masakannya key bibir nya tersenyum kecil, ngebayangin betapa bahagianya kalo setiap hari bisa di masakin sama wanita cantik yang ada di hadapannya, "key nenek mau ke rumah tetangga sebentar, ada urusan " "ia nek, jangan lama lama ya" "iya, nak yoga nenek tinggal sebentar tidak apa apa kan" "ia nek tidak apa apa kok, hati hati ya nek" ucapnya sopan setelah berpamitan nenek salimah pun langsung pergi keluar, bukan karena semata mata dia punya perlu, di hanya ingin memberikan waktu pada key dan yoga untuk lebih saling mengenal, "mas yoga tunggu disini ya, aku mau ke dapur dulu" ucap key "tunggu tunggu,, saya ikut" jawab yoga sambil berdiri "ikut ke dapur mas" tanya key sambil mengkerut kan dahi nya karena heran "iyalah, masa saya ditinggal sendirian disini" akhirnya key pasrah, dan membiarkan yoga ikut ke dapur "masak nasi goreng aja ya mas, soalnya ada bahan nya cuma buat masak nasi goreng doang" "ia tidak apa apa, asal kamu yang masak pasti enak" yoga mulai menggoda key tersenyum malu, pipinya yang putih dan mungil terlihat merah, meskipun dia sudah handal memasak, tapi kali ini rasanya sangat grogi, seperti sedang masak di acara master chef yang sedang di awasi juri ada rasa tegang dan deg deg an, takut kalo rasanya tidak sesuai dengan selera yoga. key berasa salah tingkah karena pandangan yoga tidak lepas dari key menggunakan baju sederhana saja sudah se menarik ini, apalagi kalo pake baju yang bagus dan mewah pikiran yoga terus melayang, apalagi melihat key mengikatkan rambut nya yang tadinya terurai kini di ikat nya bak sanggul di atas kepala semakin memperlihatkan lehernya yang mulus dan menggoda di mata yoga.. yoga bangkit dari duduk nya, yoga sudah tak kuasa lagi menahan hasrat nya perlahan jalan mendekati key yang sudah hampir selesai bikin nasi goreng melihat yoga berjalan mendekatinya, key jadi sangat gugup, jantung nya berdetak tak beraturan, key langsung mematikan kompor berbalik badan menghadap yoga yang semakin dekat jalan ke arah nya, "ma mas yoga mau apa? ini nasi goreng nya sudah ja jadi mas" yoga tidak menghiraukan ucapan key, dia terus mendekat sambil senyum yang menggoda, karna gugup key berjalan mundur, berusaha menghindari yoga namun sayang, langkah nya terhenti karena tubuhnya sudah nempel ke tembok, key hanya bisa pasrah, kini yoga berdiri persis di depannya, sangat dekat , sampai yoga dapat mendengar detak jantung key yang kencang dan tak beraturan yoga meletakan sebelah tangannya di tembok, di atas bahu samping kepala key tangan yang satu nya menarik pinggang key sampai tubuh keduanya rapat tanpa jarak, key dapat merasakan junior nya yoga yang berdiri tegak di balik celana, membuat key semakin takut dan penasaran key memberanikan diri, mendongakkan wajah nya menatap yoga, terasa hidung yoga yang mancung nempel di hidung nya "ma mas yoga kenapa" tanya key dengan gugup nya yoga tersenyum manis menikmati pipi merah wanita cantik yang ada di hadapannya "key.. kenapa dari sekian banyak nya wanita yang mendekati saya mereka seksi dan cantik, tajir, dan menggoda, tapi kenapa kamu jadi wanita satu satu nya yang sangat menarik di mata saya,, kamu selama mengalihkan duniaku key " belum sempat yoga menyelesaikan perkataannya nya tiba tiba saja key menempelkan bibir nya di bibir yoga tangannya merangkak, mengalungi leher yoga, melumat habis bibir yoga yang dari tadi sangat menggoda nya yoga sedikit kaget, duarrrr.. bak pecah telur bagi yoga, bagaimana tidak selama ini dia selalu menahannya dari godaan wanita wanita yang terus mengejarnya , sedangkan key dengan sekejap mampu membuat yoga mabuk kepayang yoga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan dengan lembut dia menyambut ciuman key, membiarkan lidahnya masuk dan bermain di dalam mulut nya, kini kedua nya tengah terbuai dan saling menikmati. tiba tiba yoga menghentikan ciumannya key merasa malu, dan menundukan kepalanya tangan yoga mengusap lembut bibir manis key yang nmpak masih basah, dan mendongakkan wajah nya, "kamu sangat manis, cantik dan menarik. mulai detik ini, esok dan selamanya, kamu adalah milikku key, takan ku biarkan satu orang pun nyentuh kamu, kecuali aku" ucap yoga sambil meluk key dan mengelu elus rambut nya. key tersenyum bahagia di balik pelukan nya yoga, dari banyak nya laki laki yang mendekati key, yoga lah yang langsung mengungkapkan cintanya dengan tulus.. ( ..... ) jam sudah menunjukan pukul 7 malam, yoga sudah bersiap pamit untuk kembali ke villa temannya. "mas yoga gak nginep saja disini, ini sudah malam Mas" bujuk key , karena khawatir yoga kenapa napa yoga tersenyum bahagia, sangat senang karna di perhatikan oleh gadis pujaan hati nya "hey mas yoga mu ini laki laki, kalo saya tidak bisa menjaga diri saya sendiri, bagai mana saya bisa menjaga kamu, dan keluarga kita nanti" lagi lagi ucapan yoga membuat pipi key memerah,, "iya iya mas yoga ku, aku percaya" "nah gitu dong, yauda mas yoga mu mau berangkat dulu ya" cup.. satu kecupan mendarat di kening nya key,, key nyubit tangan nya yoga "ish mas yoga malu, nenek ngeliatin" yoga terkekeh gemes, liat key yang salah tingkah karna malu "nek saya pamit ya nek, maaf sudah ngerepotin" ucapnya lembut sambil menyalami tangan nenek salimah "ia nak yoga, kamu hati hati ya" yoga mengangguk sambil tersenyum, padahal dia masih pengen lama lama disana, yoga menyalakan motor nya, dan melaju meninggalkan rumah key, seketika hati key jadi hampa, padahal baru beberapa detik yoga hilang dari pandangan nya,,, (............) tidak lama yoga pun sampai di villa nya Boby, dia langsung memarkirkan motor nya, masuk ke villa sambil bersiul saking bahagia nya orang orang di sekitar yang melihat nya hanya tersenyum, mereka tau kalo gelagat seperti itu pasti sedang jatuh cinta "lu udah balik bro" tanya Boby yang heran dengan tingkah laku temannya itu "yo'i " jawab yoga singkat "itu tadi ada telpon yang nyariin lu, namanya andre kalo gak salah" "terus dia ngomong apa " tanya yoga penasaran "dia minta lu telp dia balik, nomornya ada di resepsionis" "ok thanks ya Bob" yoga langsung menuju resepsionis, minta nomor yang di maksd Boby sampai ke kamar, yoga langsung telpon andre "hallo dre, ini gua yoga" "hallo ga, gimana lu baik baik aja kan" tanya andre "iya gua baik baik aja, anton udah ngabarin lu tentang situasi gua ndre" "iya ga, kemaren anton udah ngasih tau semuanya" "terus gimana nyokap dan bokap gua" "tadinya nyokap lu panik, nangis sampai pingsan, sampai sakit" "astaga mama, terus sekarang gimana keadaannya" "setelah gua ceritain semuanya, dia sudah mulai tenang dan membaik" "syukurlah, gua minta tolong lu terus pantau perusahaan, kayak nya gua masih belum bisa balik beberapa hari ini, gua masih nunggu info dari anton" "ok ga, lu tenang aja, gua pasti jaga dan pantau, tentang kecelakaan lu, berita nya sudah menyebar luas" "ok bagus ndre, emang itu yang gua mau. yaudah gua tutup dulu telponnya ya, kalo ada apa apa lu langsung kabarin gua" "siap bos, lu hati hati disana" ucap andre yang langsung mematikan panggilannya. yoga menghela nafas panjangnya, dan merebahkan badannya di kasur yang dia takut kan, musuh musuh nya mengganggu keluarganya untung saja dia sudah mempercayakan anton dan anak buah nya untuk terus berjaga. (... . .. . ) hari sudah pagi, matahari menerobos masuk ke celah jendela kamar yoga, terdengar ada orang yang membuka kan tirai tirai itu, membuka kan jendela supaya udara segar masuk yoga mengerjap kn mata nya, dilihat nya ada sesosok wanita cantik yang duduk di samping tempat tidur yoga. "mas, , bangun mas, sudah pagi. masa kalah sama ayam" suara lembut yang tidak asing di telinga yoga "selamat pagi cantik" sapa yoga yang masih setengah sadar key hanya tersenyum, melihat yoga yang sepertinya sudah bangun key bangkit dari duduk nya, untuk kembali bekerja dengan cepat yoga menarik tangan key, sampai key terjatuh menimpa yoga muka key berada sangat dekat di atas muka nya yoga yoga yang baru bangun tidur, dengan rambut sedikit berantakan, seakan menambah ketampanan nya di mata key yoga tak tahan melihat bibir manis key, cup. . satu kecupan mendarat di bibir nya key, cup. . kecupan kedua, seolah menggoda membuat key tak mampu lagi menahan nya di ciumnya bibir yoga, sambil memejamkan mata menikmati sensasi yang luar biasa di kulum nya satu persatu atas dan bawah bibir yoga kini yoga mulai agresif, dia menjulurkan lidah nya keluar masuk di mulut key, menggigit lembut bibir key yang manis seperti kembang gula yoga menarik pinggang key, membalikan nya membuat key pindah posisi yang awalnya key di atas yoga, kini jadi yoga yang di atas key,, , tanpa melepas kan ciumannya sesekali nafas keduanya tersenggal, melepaskan ciuman lalu melanjutkan nya lagi ahhhh.. . . key benar benar terbuai di buat nya, tangan yoga mulai aktif, meraba seluruh bagian tubuh key tangan key meremas rambut yoga, seakan memberi tekanan supaya yoga melakukannya lebih tangan yoga meraba, perlahan membuka kancing kemeja key satu persatu dan setelah terbuka terlihat pa*****a key yang hanya tertutup oleh bra berwarna mocca membuat yoga meneteskan air liur nya, ukuran yang sangat besar, yang laki laki mana pun pasti tertarik melihat nya, tangan yoga meremas nya lembut satu persatu, membuat key mendesah ahhhhhhh... menikmati sentuhan demi sentuhan yang di berikan yoga, lagi lagi yoga menghentikan ciumannya, membuat key heran yoga menatap key dengan senyuman manis, tangan nya kini mngancingkan kembali kemeja key yang sempat di buka nya, dia mengecup kening key dan membaringkan tubuh nya di samping key,, tidak lama,, yoga menarik pinggang key masuk kedalaman pelukannya, memabringkannya di atas lengan dan memeluknya,, "maafin aku yah, aku tidak bisa mengendalikan diriku" bisik yoga pelan di telinga key padahal key menyadari kalo itu terjadi atas dasar suka sama suka key mengelus pipi yoga, dia menyadari kalo yoga adalah laki laki baik laki laki normal mana yang bisa menahan nya berada satu ranjang dengan wanita cantik "aku yang minta maaf mas, tidak bisa menahan diriku" jawab key sambil memeluk yoga "kamu gak laper mas " tanya key.. "laper, kamu bawa makanan" yoga balik tanya "ia mas, tadi nenek nyuruh aku bawain makanan buat kamu" "yaudah kita makan yuk, bau makannya sudah sampai ke hidung ku, pasti enak" ajak yoga yang sedari tadi memang sudah lapar, keduanya bangkit dari ranjang, yoga mencuci muka sedangkan key menyiapkan makanan di atas meja. ( ........) to tok tok.... ruangan yang tertutup, dan tak seorangpun bisa masuk, kecuali orang orang kepercayaan bos burhan , "masuk... " terdengar suara jawaban dari dalam "ada berita penting apa yang membuat kamu sampai datang kesini" tanya seorang laki laki tua sekitar umur 50 tahun, yang orang orang memanggilnya bos burhan "kami sudah membereskan yoga bos, sesuai perintah" jawab orang itu "kamu yakin sudah memastikannya " "sudah bos, mobilnya jatuh ke jurang dan terbakar, saya pastikan siapapun tidak akan selamat, berita kematiannya pun sudah tersebar di seluruh media bos" "bagus.... " jawabnya tertawa senang sambil bertepuk tangan "hah... bocah ingusan berani melawan ku, rasakan akibat nya b*****k" ucap nya dengan nada kesal "bagaimana dengan barang bukti, apa kamu sudah membereskan nya" tanya bos burhan, takut kalo anak buah nya meninggalkan jejak yang bisa membawa nya masuk kedalam penjara "beres bos, semua barang bukti sudah di amankan, tidak ada jejak sama sekali" "ya sudah kamu boleh pergi, ingat kamu harus bermain rapi" "siap bos " setelah menyampaikan info pada bos nya, dia pun pergi meninggalkan ruangan yang selalu di jaga ketat itu .. ( .....) hari sudah mulai sore,,, terlihat yoga yang mondar mandir nyariin key sesekali ia bertanya pada karyawan yang lainnya tapi tidak ada yang melihat, yoga nampak gelisah, dia berlari menuju ruangan utama ya, ruangan Boby, pemilik villa itu,, "bro lu ada lihat key nggak, dari tadi gua nyariin tapi gak ketemu" tanya yoga agak panik "lah... bukannya sama lu ya, gua gak nyariin karna gua kira key sama lu bro" jawab Boby yang dia juga merasa panik "tadi siang dia pamit sama gua, katanya ada kerjaan yang belum di selesaikan setelah itu key gak balik lagi sampai sekarang, gua udah tanya sama karyawan yang lain tapi gak ada yang liat" yoga kini semakin panik, dia takut kalo musuh musuh nya ada yang berkeliaran di tempat persembunyian nya. "pak broto, ia pak broto ga " sahut Boby yang mengagetkan yoga "pak broto siapa Bob, yang jelas kalo ngomong" tanya yoga penasaran "udah gak ada waktu buat jelasinnya, kita harus ke rumah key sekarang" jawab Boby. keadaan semakin mencekam,, yoga menghubungi beberapa anak buah nya yang ada di daerah sana, "lu duluan bawa motor gua ga, lu harus cepat selamatin key" ucap Boby sambil melemparkan kunci motor nya ke arah yoga.. tanpa menjawab yoga langsung cabut bawa motor Boby sepanjang jalan pikiranya khawatir, takut key kenapa napa tidak lama yoga sampai di rumah key, terlihat beberapa anak buah pak broto yang berjaga di depan rumah key "br*****k " umpat yoga, matanya merah, tangannya mengepal, menahan marah, dia sudah berjanji tidak akan membiarkan satu orang pun menyentuh key apalagi menyakiti nya. yoga melumpuhkan satu persatu anak buah pak broto, sampai tidak ada yang tersisa. seperti orang kesurupan, yoga mendobrak pintu rumah key dengan membabi buta.. di lihat nya nenek salimah dan key menangis tak berdaya di lantai dan tangan si tua pak broto mencoba menyentuh pipi nya key "tua bangka br****ek" teriak yoga, berani kau menyentuh se helai rambut saja kekasih ku, ku pastikan tangan mu akan ku potong teriak nya murka,,, dengan cepat di menendang laki laki tua itu dengan kerasnya sampai dia tersungkur ke lantai. di raih nya kerah baju pak beroto dan satu pukulan keras mendarat di rahang mulut nya, laki laki tua itu terkapar tak berdaya di buat nya yoga menghampiri key dan nenek salimah yang sedari tadi ketakutan di peluk nya wanita kekasih nyaa itu dengan erat,,, key menangis sejadi jadi nya di pelukan yoga yoga terus berusaha menenangkan nya, yoga dapat merasakan ketakutan yang di rasakan oleh key, tangan key gemeteran, air matanya bercucuran isak tangis nya semakin menjadi "sudah kamu sudah aman, maaf aku terlambat nyelamatin kamu" yoga berusaha nenangin key... tidak lama Boby dan anak buah yoga datang, mereka meringkus anak pak broto dan anak buah nya, Boby menghampiri nenek salimah "nenek tidak apa apa " tanya Boby "tidak nak, nenek baik baik saja, untung nak yoga datang tepat waktu" sahutnya, sambil menahan kesedihan, "syukurlah kalo nenek baik baik saja" ucap Boby merasa tenang. anak buah yoga sudah meringkus pak broto dan anak buah nya,, mereka di kumpulkan di halaman rumah untuk di adili oleh bos nya yang terkenal bak singa kelaparan di kalangan musuh musuh nya... "bos mereka sudah di ringkus semua, mau di apakan mereka" tanya salah satu anak buah yoga "mereka harus mendapat ganjaran yang setimpal " jawab yoga geram.... setelah key dan nenek nya merasa lebih tenang yoga membawa mereka ke halaman tempat dimana pak broto dan anak buah nya di ringkus "hei tua bangka,, tangan sebelah mana yang sudah menyakiti calon istri saya" tanya yoga yang di penuhi dengan amarah semua orang disana hanya menyaksikan bagaimana yoga menghakimi orang orang yang menyakiti orang kesayangannya. pak broto tampak ketakutan, wajah nya pucat pasi, pak broto yang terkenal galak dan menyeramkan di desa nya nampak tak berdaya di hadapan yoga "ampun den,,, ampun.. saya minta maaf" pak broto merengek meminta maaf, berharap yoga dapat mengampuninya.. "apa yang membuat mu melakukan semua ini pada calon istri saya tua bangka" tanya yoga penasaran "nenek salimah punya hutang sama saya,, dia tidak sanggup membayar nya" "terus apa yang mau kamu lakukan" tanya yoga sambil menahan amarah nya "saya mau key jadi istri saya sebagai ganti nya" plaaaaak... satu tamparan mendarat di pipi pak broto,,, "Hai tua bangka ,,, kau pikir wanita bisa kau jadikan alat untuk bayar hutang,,, asal kau tau, key itu calon istri saya" "dan sudah ku pastikan aku akan memotong tangan mu, karena sudah berani menyentuh calon istri saya" ucap yoga.. "ampun den ampun, saya mohon ampuni saya" pak broto memohon pada yoga "berapa hutang nenek salimah padamu" tanya yoga sambil mengeluarkan buku cek dari kantong nya "du _ dua ratus juta den sama bunga nya" jawab pak broto yoga menuliskan sejumlah nominal di cek tersebut, lalu menandatangani nya "ini saya bayar di kali lipat " ucap yoga sambil menyodorkan kertas cek pada pak broto "hutang sudah lunas, tapi perlakuan mu pada calon istri saya harus tetap di bayar" sambung yoga anak buah yoga menyeret pak broto dan anak buah nya untuk di eksekusi membayar semua perlakuannya pada key dan nenek salimah, sesuai perintah yoga (selamat membaca) mohon maaf kalo banyak yang typo, dukung terus ya dan nantikan episode berikutnya see you
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD