hari sudah mulai gelap, di tambah mendung yang sepertinya akan turun hujan.
yoga, key dan nenek salimah masih asyik mengobrol...
"nak, orang tua kamu tinggal dimana" tanya nenek salimah pada yoga
"mama sama papah aku tinggal di jakarta nek" jawab yoga singkat,
sebenarnya ada yang yoga tidak ceritkan, dia tidak menceritakan bahwa keluarganya berasal dari Surabaya,
entah apa yang membuat yoga belum ingin menceritakan semuanya,,
melihat yoga yang sepertinya enggan untuk menceritakan keluarganya lebih jauh, nenek salimah pun paham, ,,
hari sudah menunjukan pukul 4 sore, dan yoga merasa betah disana, suasana yang
tentram dan damai, jauh dari hiruk pikuk kendaraan dan keramaian,
...
key yang duduk tidak jauh dari yoga mendengar suara kukuruyuk seperti suara perut yang kelaparan.
dan benar saja dilihatnya yoga megang perut nya sambil tersenyum malu
"mas yoga lapar " tanya key sedikit panik
"maaf ya mas aku lupa nawarin makan, mas yoga tunggu disini ya biar aku masakin"
yoga hanya mengangguk tanpa bicara apa apa, padahal dalam hatinya
baru kali ini bertamu sampai kelaparan, biasanya kalo bertamu selalu di hadapkan dengan meja yang penuh makanan, tapi tidak apa apa, kesempatan biar bisa makan masakannya key
bibir nya tersenyum kecil, ngebayangin betapa bahagianya kalo setiap hari bisa di
masakin sama wanita cantik yang ada di hadapannya,
"key nenek mau ke rumah tetangga sebentar, ada urusan "
"ia nek, jangan lama lama ya"
"iya, nak yoga nenek tinggal sebentar tidak apa apa kan"
"ia nek tidak apa apa kok, hati hati ya nek" ucapnya sopan
setelah berpamitan nenek salimah pun langsung pergi keluar, bukan karena semata
mata dia punya perlu, di hanya ingin
memberikan waktu pada key dan yoga untuk lebih saling mengenal,
"mas yoga tunggu disini ya, aku mau ke dapur dulu" ucap key
"tunggu tunggu,, saya ikut" jawab yoga sambil berdiri
"ikut ke dapur mas" tanya key sambil mengkerut kan dahi nya karena heran
"iyalah, masa saya ditinggal sendirian disini"
akhirnya key pasrah, dan membiarkan yoga ikut ke dapur
"masak nasi goreng aja ya mas, soalnya ada bahan nya cuma buat masak nasi goreng doang"
"ia tidak apa apa, asal kamu yang masak pasti enak"
yoga mulai menggoda
key tersenyum malu, pipinya yang putih dan mungil terlihat merah,
meskipun dia sudah handal memasak, tapi kali ini rasanya sangat grogi,
seperti sedang masak di acara master chef yang sedang di awasi juri
ada rasa tegang dan deg deg an, takut kalo rasanya tidak sesuai dengan selera yoga.
key berasa salah tingkah karena pandangan yoga tidak lepas dari key
menggunakan baju sederhana saja sudah se menarik ini,
apalagi kalo pake baju yang bagus dan mewah
pikiran yoga terus melayang, apalagi melihat key mengikatkan rambut nya
yang tadinya terurai kini di ikat nya bak sanggul di atas kepala
semakin memperlihatkan lehernya yang mulus
dan menggoda di mata yoga..
yoga bangkit dari duduk nya, yoga sudah tak
kuasa lagi menahan hasrat nya
perlahan jalan mendekati key yang sudah hampir selesai bikin nasi goreng
melihat yoga berjalan mendekatinya, key
jadi sangat gugup, jantung nya berdetak tak
beraturan, key langsung mematikan kompor
berbalik badan menghadap yoga yang semakin dekat jalan ke arah nya,
"ma mas yoga mau apa? ini nasi goreng nya
sudah ja jadi mas"
yoga tidak menghiraukan ucapan key, dia terus
mendekat sambil senyum yang menggoda,
karna gugup key berjalan mundur, berusaha menghindari yoga
namun sayang, langkah nya terhenti karena
tubuhnya sudah nempel ke tembok,
key hanya bisa pasrah, kini yoga berdiri persis
di depannya, sangat dekat , sampai yoga dapat
mendengar detak jantung key yang kencang
dan tak beraturan
yoga meletakan sebelah tangannya di tembok, di atas bahu samping kepala key
tangan yang satu nya menarik pinggang key
sampai tubuh keduanya rapat tanpa jarak,
key dapat merasakan junior nya yoga yang
berdiri tegak di balik celana,
membuat key semakin takut dan penasaran
key memberanikan diri, mendongakkan wajah nya
menatap yoga, terasa hidung yoga yang mancung
nempel di hidung nya
"ma mas yoga kenapa" tanya key dengan gugup nya
yoga tersenyum manis menikmati pipi merah wanita cantik yang ada di hadapannya
"key.. kenapa dari sekian banyak nya wanita yang mendekati saya
mereka seksi dan cantik, tajir, dan menggoda,
tapi kenapa kamu jadi wanita satu satu nya yang sangat menarik di mata saya,,
kamu selama mengalihkan duniaku key "
belum sempat yoga menyelesaikan perkataannya nya
tiba tiba saja key menempelkan bibir nya di bibir yoga
tangannya merangkak, mengalungi leher yoga, melumat habis bibir yoga yang dari tadi
sangat menggoda nya
yoga sedikit kaget,
duarrrr.. bak pecah telur bagi yoga, bagaimana tidak
selama ini dia selalu menahannya dari godaan
wanita wanita yang terus mengejarnya , sedangkan
key dengan sekejap mampu membuat yoga mabuk kepayang
yoga tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan
dengan lembut dia menyambut ciuman key,
membiarkan lidahnya masuk dan bermain
di dalam mulut nya,
kini kedua nya tengah terbuai dan saling
menikmati.
tiba tiba yoga menghentikan ciumannya
key merasa malu, dan menundukan kepalanya
tangan yoga mengusap lembut bibir manis key
yang nmpak masih basah, dan mendongakkan wajah nya,
"kamu sangat manis, cantik dan menarik.
mulai detik ini, esok dan selamanya, kamu
adalah milikku key, takan ku biarkan
satu orang pun nyentuh kamu, kecuali aku"
ucap yoga sambil meluk key dan mengelu elus rambut nya.
key tersenyum bahagia di balik pelukan nya
yoga, dari banyak nya laki laki yang mendekati
key, yoga lah yang langsung mengungkapkan
cintanya dengan tulus..
( ..... )
jam sudah menunjukan pukul 7 malam, yoga
sudah bersiap pamit untuk kembali ke villa
temannya.
"mas yoga gak nginep saja disini, ini sudah malam Mas"
bujuk key , karena khawatir yoga kenapa napa
yoga tersenyum bahagia, sangat senang karna di perhatikan oleh
gadis pujaan hati nya
"hey mas yoga mu ini laki laki, kalo saya tidak
bisa menjaga diri saya sendiri, bagai mana saya
bisa menjaga kamu, dan keluarga kita nanti"
lagi lagi ucapan yoga membuat pipi key memerah,,
"iya iya mas yoga ku, aku percaya"
"nah gitu dong, yauda mas yoga mu mau berangkat dulu ya"
cup.. satu kecupan mendarat di kening nya key,,
key nyubit tangan nya yoga
"ish mas yoga malu, nenek ngeliatin"
yoga terkekeh gemes, liat key yang salah tingkah karna malu
"nek saya pamit ya nek, maaf sudah ngerepotin"
ucapnya lembut sambil menyalami tangan nenek salimah
"ia nak yoga, kamu hati hati ya"
yoga mengangguk sambil tersenyum,
padahal dia masih pengen lama lama disana,
yoga menyalakan motor nya, dan melaju meninggalkan rumah key,
seketika hati key jadi hampa, padahal baru beberapa detik
yoga hilang dari pandangan nya,,,
(............)
tidak lama yoga pun sampai di villa nya Boby,
dia langsung memarkirkan motor nya,
masuk ke villa sambil bersiul saking bahagia nya
orang orang di sekitar yang melihat nya hanya
tersenyum, mereka tau kalo gelagat seperti itu
pasti sedang jatuh cinta
"lu udah balik bro" tanya Boby yang heran dengan
tingkah laku temannya itu
"yo'i " jawab yoga singkat
"itu tadi ada telpon yang nyariin lu, namanya andre kalo gak salah"
"terus dia ngomong apa " tanya yoga penasaran
"dia minta lu telp dia balik, nomornya ada di resepsionis"
"ok thanks ya Bob"
yoga langsung menuju resepsionis, minta nomor yang di maksd Boby
sampai ke kamar, yoga langsung telpon andre
"hallo dre, ini gua yoga"
"hallo ga, gimana lu baik baik aja kan" tanya andre
"iya gua baik baik aja, anton udah ngabarin lu tentang situasi gua ndre"
"iya ga, kemaren anton udah ngasih tau semuanya"
"terus gimana nyokap dan bokap gua"
"tadinya nyokap lu panik, nangis sampai pingsan, sampai sakit"
"astaga mama, terus sekarang gimana keadaannya"
"setelah gua ceritain semuanya, dia sudah mulai tenang dan membaik"
"syukurlah, gua minta tolong lu terus pantau perusahaan,
kayak nya gua masih belum bisa balik beberapa hari ini,
gua masih nunggu info dari anton"
"ok ga, lu tenang aja, gua pasti jaga dan pantau,
tentang kecelakaan lu, berita nya sudah menyebar luas"
"ok bagus ndre, emang itu yang gua mau.
yaudah gua tutup dulu telponnya ya, kalo ada apa apa lu langsung kabarin gua"
"siap bos, lu hati hati disana"
ucap andre yang langsung mematikan panggilannya.
yoga menghela nafas panjangnya, dan merebahkan badannya di kasur
yang dia takut kan, musuh musuh nya mengganggu keluarganya
untung saja dia sudah mempercayakan anton dan anak buah nya untuk terus berjaga.
(... . .. . )
hari sudah pagi, matahari menerobos masuk
ke celah jendela kamar yoga,
terdengar ada orang yang membuka kan tirai tirai itu,
membuka kan jendela supaya udara segar masuk
yoga mengerjap kn mata nya, dilihat nya ada
sesosok wanita cantik yang duduk di samping tempat tidur yoga.
"mas, , bangun mas, sudah pagi. masa kalah sama ayam"
suara lembut yang tidak asing di telinga yoga
"selamat pagi cantik" sapa yoga yang masih setengah sadar
key hanya tersenyum, melihat yoga yang sepertinya sudah bangun
key bangkit dari duduk nya, untuk kembali bekerja
dengan cepat yoga menarik tangan key, sampai key terjatuh
menimpa yoga
muka key berada sangat dekat di atas muka nya yoga
yoga yang baru bangun tidur, dengan rambut
sedikit berantakan, seakan menambah
ketampanan nya di mata key
yoga tak tahan melihat bibir manis key,
cup. . satu kecupan mendarat di bibir nya key,
cup. . kecupan kedua, seolah menggoda
membuat key tak mampu lagi menahan nya
di ciumnya bibir yoga, sambil memejamkan mata menikmati sensasi yang luar biasa
di kulum nya satu persatu atas dan bawah bibir yoga
kini yoga mulai agresif, dia menjulurkan lidah nya keluar masuk di mulut key,
menggigit lembut bibir key yang manis seperti kembang gula
yoga menarik pinggang key, membalikan nya
membuat key pindah posisi
yang awalnya key di atas yoga,
kini jadi yoga yang di atas key,, , tanpa melepas kan ciumannya
sesekali nafas keduanya tersenggal, melepaskan ciuman
lalu melanjutkan nya lagi
ahhhh.. . . key benar benar terbuai di buat nya,
tangan yoga mulai aktif, meraba seluruh bagian tubuh key
tangan key meremas rambut yoga, seakan memberi tekanan supaya yoga melakukannya lebih
tangan yoga meraba, perlahan membuka kancing kemeja key satu persatu
dan setelah terbuka terlihat pa*****a key yang hanya tertutup oleh bra berwarna mocca
membuat yoga meneteskan air liur nya,
ukuran yang sangat besar, yang laki laki mana pun pasti tertarik melihat nya,
tangan yoga meremas nya lembut satu persatu,
membuat key mendesah ahhhhhhh... menikmati sentuhan demi sentuhan yang di berikan yoga,
lagi lagi yoga menghentikan ciumannya,
membuat key heran
yoga menatap key dengan senyuman manis,
tangan nya kini mngancingkan kembali kemeja key yang sempat di buka nya,
dia mengecup kening key dan membaringkan tubuh nya di samping key,,
tidak lama,, yoga menarik pinggang key masuk kedalaman pelukannya,
memabringkannya di atas lengan dan memeluknya,,
"maafin aku yah, aku tidak bisa mengendalikan diriku"
bisik yoga pelan di telinga key
padahal key menyadari kalo itu terjadi atas dasar suka sama suka
key mengelus pipi yoga, dia menyadari kalo yoga adalah laki laki baik
laki laki normal mana yang bisa menahan nya berada satu ranjang dengan wanita cantik
"aku yang minta maaf mas, tidak bisa menahan diriku"
jawab key sambil memeluk yoga
"kamu gak laper mas " tanya key..
"laper, kamu bawa makanan" yoga balik tanya
"ia mas, tadi nenek nyuruh aku bawain makanan buat kamu"
"yaudah kita makan yuk, bau makannya sudah sampai ke hidung ku, pasti enak"
ajak yoga yang sedari tadi memang sudah lapar,
keduanya bangkit dari ranjang, yoga mencuci muka
sedangkan key menyiapkan makanan di atas meja.
( ........)
to tok tok.... ruangan yang tertutup, dan tak seorangpun bisa masuk,
kecuali orang orang kepercayaan bos burhan ,
"masuk... " terdengar suara jawaban dari dalam
"ada berita penting apa yang membuat kamu sampai datang kesini"
tanya seorang laki laki tua sekitar umur 50 tahun, yang orang orang memanggilnya bos burhan
"kami sudah membereskan yoga bos, sesuai perintah"
jawab orang itu
"kamu yakin sudah memastikannya "
"sudah bos, mobilnya jatuh ke jurang dan terbakar, saya pastikan siapapun tidak akan selamat,
berita kematiannya pun sudah tersebar di seluruh media bos"
"bagus.... " jawabnya tertawa senang sambil bertepuk tangan
"hah... bocah ingusan berani melawan ku,
rasakan akibat nya b*****k"
ucap nya dengan nada kesal
"bagaimana dengan barang bukti, apa kamu sudah membereskan nya"
tanya bos burhan, takut kalo anak buah nya meninggalkan jejak yang bisa membawa nya masuk kedalam penjara
"beres bos, semua barang bukti sudah di amankan,
tidak ada jejak sama sekali"
"ya sudah kamu boleh pergi, ingat kamu harus bermain rapi"
"siap bos "
setelah menyampaikan info pada bos nya, dia pun pergi meninggalkan ruangan yang selalu di jaga ketat itu
..
( .....)
hari sudah mulai sore,,, terlihat yoga yang mondar mandir nyariin key
sesekali ia bertanya pada karyawan yang lainnya
tapi tidak ada yang melihat,
yoga nampak gelisah, dia berlari menuju ruangan utama
ya, ruangan Boby, pemilik villa itu,,
"bro lu ada lihat key nggak, dari tadi gua nyariin tapi gak ketemu"
tanya yoga agak panik
"lah... bukannya sama lu ya, gua gak nyariin karna gua kira key sama lu bro"
jawab Boby yang dia juga merasa panik
"tadi siang dia pamit sama gua, katanya ada kerjaan yang belum di selesaikan
setelah itu key gak balik lagi sampai sekarang,
gua udah tanya sama karyawan yang lain
tapi gak ada yang liat"
yoga kini semakin panik, dia takut kalo musuh musuh nya ada yang berkeliaran
di tempat persembunyian nya.
"pak broto, ia pak broto ga "
sahut Boby yang mengagetkan yoga
"pak broto siapa Bob, yang jelas kalo ngomong"
tanya yoga penasaran
"udah gak ada waktu buat jelasinnya, kita harus ke rumah key sekarang"
jawab Boby.
keadaan semakin mencekam,, yoga menghubungi beberapa anak buah nya yang ada di daerah sana,
"lu duluan bawa motor gua ga, lu harus cepat
selamatin key" ucap Boby sambil melemparkan kunci motor nya ke arah yoga..
tanpa menjawab yoga langsung cabut bawa motor Boby
sepanjang jalan pikiranya khawatir, takut key kenapa napa
tidak lama yoga sampai di rumah key, terlihat
beberapa anak buah pak broto yang berjaga di depan rumah key
"br*****k " umpat yoga, matanya merah, tangannya mengepal,
menahan marah, dia sudah berjanji tidak akan
membiarkan satu orang pun menyentuh key
apalagi menyakiti nya.
yoga melumpuhkan satu persatu anak buah pak broto,
sampai tidak ada yang tersisa. seperti orang
kesurupan, yoga mendobrak pintu rumah key
dengan membabi buta..
di lihat nya nenek salimah dan key menangis tak berdaya di lantai
dan tangan si tua pak broto mencoba menyentuh pipi nya key
"tua bangka br****ek" teriak yoga,
berani kau menyentuh se helai rambut saja kekasih ku,
ku pastikan tangan mu akan ku potong
teriak nya murka,,,
dengan cepat di menendang laki laki tua itu dengan kerasnya
sampai dia tersungkur ke lantai. di raih nya kerah baju pak beroto
dan satu pukulan keras mendarat di rahang mulut nya,
laki laki tua itu terkapar tak berdaya di buat nya
yoga menghampiri key dan nenek salimah yang sedari tadi ketakutan
di peluk nya wanita kekasih nyaa itu dengan erat,,,
key menangis sejadi jadi nya di pelukan yoga
yoga terus berusaha menenangkan nya,
yoga dapat merasakan ketakutan yang di rasakan oleh key,
tangan key gemeteran, air matanya bercucuran isak tangis nya semakin menjadi
"sudah kamu sudah aman, maaf aku terlambat
nyelamatin kamu"
yoga berusaha nenangin key...
tidak lama Boby dan anak buah yoga datang,
mereka meringkus anak pak broto dan anak buah nya,
Boby menghampiri nenek salimah
"nenek tidak apa apa " tanya Boby
"tidak nak, nenek baik baik saja, untung nak yoga datang tepat waktu" sahutnya, sambil
menahan kesedihan,
"syukurlah kalo nenek baik baik saja" ucap Boby merasa tenang.
anak buah yoga sudah meringkus pak broto dan anak buah nya,,
mereka di kumpulkan di halaman rumah untuk di adili oleh bos nya
yang terkenal bak singa kelaparan di kalangan
musuh musuh nya...
"bos mereka sudah di ringkus semua, mau di apakan mereka"
tanya salah satu anak buah yoga
"mereka harus mendapat ganjaran yang setimpal "
jawab yoga geram....
setelah key dan nenek nya merasa lebih tenang
yoga membawa mereka ke halaman tempat dimana pak broto dan anak buah nya di ringkus
"hei tua bangka,, tangan sebelah mana yang sudah menyakiti calon istri saya"
tanya yoga yang di penuhi dengan amarah
semua orang disana hanya menyaksikan
bagaimana yoga menghakimi orang orang
yang menyakiti orang kesayangannya.
pak broto tampak ketakutan, wajah nya pucat
pasi,
pak broto yang terkenal galak dan menyeramkan di desa nya
nampak tak berdaya di hadapan yoga
"ampun den,,, ampun.. saya minta maaf"
pak broto merengek meminta maaf,
berharap yoga dapat mengampuninya..
"apa yang membuat mu melakukan semua ini pada calon istri saya tua bangka"
tanya yoga penasaran
"nenek salimah punya hutang sama saya,, dia tidak sanggup membayar nya"
"terus apa yang mau kamu lakukan"
tanya yoga sambil menahan amarah nya
"saya mau key jadi istri saya sebagai ganti nya"
plaaaaak... satu tamparan mendarat di pipi
pak broto,,,
"Hai tua bangka ,,, kau pikir wanita bisa kau jadikan alat untuk bayar hutang,,,
asal kau tau, key itu calon istri saya"
"dan sudah ku pastikan aku akan memotong tangan mu, karena sudah berani menyentuh
calon istri saya" ucap yoga..
"ampun den ampun, saya mohon ampuni saya"
pak broto memohon pada yoga
"berapa hutang nenek salimah padamu" tanya yoga sambil mengeluarkan buku cek dari kantong nya
"du _ dua ratus juta den sama bunga nya"
jawab pak broto
yoga menuliskan sejumlah nominal di cek
tersebut, lalu menandatangani nya
"ini saya bayar di kali lipat " ucap yoga sambil menyodorkan kertas cek pada pak broto
"hutang sudah lunas, tapi perlakuan mu
pada calon istri saya harus tetap di bayar" sambung yoga
anak buah yoga menyeret pak broto dan anak buah nya
untuk di eksekusi membayar semua perlakuannya
pada key dan nenek salimah, sesuai perintah
yoga
(selamat membaca)
mohon maaf kalo banyak yang typo, dukung terus ya dan nantikan episode berikutnya
see you