Aku Tidak Akan Pergi

1286 Words

“Serius? Lalu mengapa kau terus mengusirku?” “Thomas!” Amanda tidak mau dirinya terus dibuat merasa bersalah. Mereka tertawa dan pria itu pun menggendongnya. “Di mana kita lepas kerinduannya?” tanya Thomas. “Lantai dua.” “Oke.” Thomas membawanya ke atas, menurunkannya kemudian melihat kamar barunya. Amanda mengajaknya untuk melihat karya seninya yang baru. Selain bermusik, Amanda juga sekarang sedang rajin membuat maket sebuah rumah yang sangat indah. “Kau yang membuatnya?” tanya Thomas. “Ya, aku membuatnya sendiri.” “Mmh, kau memang multitalenta.” “Menurutmu aku lebih cocok ke musik atau arsitektur?” tanya Amanda. Thomas tersenyum. “Apapun itu, aku mendukungmu.” Amanda menekan sebuah tombol di meja, seketika kamarnya berubah. Cahayanya meredup dan lampu LED kelap-kelip di bawah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD