Hingga tiba di rumah, mereka tak saling berbicara lagi dan memutuskan untuk memikirkan keinginan masing-masing. Amanda bersikap biasa di depan papanya yang sedang duduk membaca koran. "Kenapa Thomas tidak masuk?" tanyanya. "Dia sedang ada urusan, Ayah." Amanda duduk di samping pria itu kemudian tersenyum. Frengky menatap keanehan dalam mata putrinya. Bibir bisa tersenyum, tetapi mata tak mampu menutupinya. "Ada masalah dengan Thomas?" tanyanya lagi. Amanda menghela napas dan mengangguk. "Ya, Ayah." "Apa itu?" "Sepertinya aku dan Thomas tidak bisa lanjut. Kami memiliki misi dan visi berbeda." "Wah, kalau begitu kau harus mencari yang sama-sama sepemikiran, tetapi kenapa tiba-tiba berubah? Bukannya dia mencintaimu?" Amanda mengangguk. "Itu benar, tetapi dia ingin mengejar sesuatu di

