Tetap Pendirian

1782 Words

Bagaimana bisa dia di sini? bukannya dia sedang berada bersama Antonio? Pertanyaan demi pertanyaan muncul dalam benak saat melihat Thomas di bus. “Duduk di sampingku saja,” kata pria itu. Amanda masih terdiam, tanpa ekspresi apapun, lalu mengikuti perkataannya. Amanda duduk secara hati-hati, menaruh tas ranselnya di atas pangkuan dan memeluknya. “Apa kabarmu?” tanya Thomas. Sedikit terbata-bata di awal sebelum menjawab pertanyaannya, tetapi Amanda harus mengontrol dirinya dari rasa terkejut ini. “Sehat,” jawabnya singkat. “Kau tidak pergi dengan pria itu?” tanyanya lagi. “Si-siapa?” “Pria yang bermain basket.” “Oh, Ardan.” Thomas mengangguk pelan. Setelah itu pandangannya mengarah ke wajah Amanda yang menatap lurus dan tidak melihatnya. Amanda sadar, tetapi tidak ingin membalas

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD