Melihat pesannya hanya dibaca oleh Amanda, Thomas pun murung. Duduk di sofa dengan wajah menunduk. Kegundahan hatinya menjalar pada pria yang datang membawa segelas teh untuknya. "Minumlah, aku buatkan kau teh jahe. Udaranya sangat dingin dan ini bisa membantu kita lebih hangat," kata Antonio. Thomas tidak selera menerimanya dan masih saja mengarahkan wajah ke lantai. Antonio heran dengan sikapnya. Dia menaruh teh miliknya ke meja, lalu menyentuh bahu sahabatnya. "Thomas, apa semua baik-baik saja?" tanya Antonio. Thomas tersadar dan menoleh. "Oh, terima kasih." "Apa ada masalah?" "Tidak ada." "Kau tidak bisa menutupinya dariku, Thomas. Apa Amanda marah padamu?" "Dia ingin kami berpisah," jawab Thomas. Antonio terkejut mendengarnya dan berwajah masam. "Sakra juga seperti itu. Amand

