Rafli mendapatkan laporan kalau salah satu pria datang ke kantor memberikan sesuatu kepada Alena. Dia melihat sesuatu itu adalah bunga mawar yang sangat besar dan benar-benar cantik tapi sayangnya itu tidak pantas untuk Alena. Arvin hanya bisa diam melihat tingkah dari tuannya itu. Akan tetapi, dia penasaran kenapa wajahnya tuannya berubah saat melihat ponsel. Perjalanan menuju markas cukup jauh dan perjalanan yang jauh itu akhirnya tiba juga di markas. Terlihat sahabat Rafli dan juga Rose sudah berada di sana. Rafli segera keluar tanpa menunggu Arvin membuka pintu. Arvin menghela napas melihat tuannya berubah saat tuannya melihat ponsel. Arvin yang masih memikirkan kenapa tuannya berubah tiba-tiba saja dia mendapatkan pesan dan saat membukanya Arvin terkejut pesan itu dari orang kanto

