Kegiatan audit ini sampai jam satu malam. Lelah, sudah pasti. Lapar pun sama. Hanya saja Nara lebih memilih untuk tertidur sambil bersandar di ruangan kerja divisi keuangan yang tentunya saja sudah sepi. Hanya tersisa ia, Mas Fahri dan dua karyawan wanita yang tak ia kenali. Tapi, yang luput dari penglihatan Nara sebelum ia tertidur pulas adalah kehadiran seseorang yang tiba-tiba datang pagi buta ke kantor. Tak ada yang lain, itu memang benar Pras. Pras datang hanya untuk memastikan Nara baik-baik saja, benar begitu? Ah, Pras rasa ada hal lain yang mendorong ia untuk ke sini terlebih dengan kejadian sore tadi. "Nara di mana Mas Fahri?" Pras bertanya pada Mas Fahri yang hendak pulang. "Tuh. Di sana. Gue tinggal balik ngga apa-apa lo berdua di sini?" Pandangan Pras mengarah sesuai dengan

