Papa Erin mengundang Devan dan keluarganya untuk makan malam di rumahnya. Tentu saja undangan itu untuk mendesak Devan agar mau mengubah keputusannya. Erin meminta papanya untuk mengancam Devan sekali lagi. Setelah menyabotase perusahaan Devan yang ada di Bali. Papa Erin merasa Devan belum juga jera dan mendatanginya untuk sekedar memohon padanya agar tak mencabut investasinya di perusahaannya. Tapi, apa yang diinginkan Papa Erin hanya tinggal angan, karena Devan bahkan masih bersikukuh dengan keputusannya untuk membatalkan pertunangannya dengan Erin. “Pa. Papa yakin ‘kan kalau Devan dan keluarganya akan datang untuk makan malam di rumah kita?” Papa Erin menganggukkan kepalanya, “iya. Kamu tenang saja. Lebih baik kamu sekarang siap-siap. Jangan lupa dandan yang cantik.” Erin mengang

