"Jika hati kamu sudah tidak sanggup mempertahankan, maka lepaskan. Meskipun membutuhkan kekuatan yang besar" *** Dhea menutup wajah dengan telapak tangannya saat dirasa sudah tidak sanggup lagi menahan isak tangis yang begitu menyesakkan d**a, sesaat setelah ia meninggalkan Dirga yang sudah jatuh tersungkur. Untunglah pada saat itu ada taksi yang lewat sehingga ia bisa langsung pergi meninggalkan Dirga, bahkan ia sampai melupakan keberadaan ninja merahnya yang kini tertinggal di parkiran kafe. Rasanya begitu menyakitkan bagi Dhea melebihi rasa sakit saat Arka pergi dan meninggalnya Rafif. Mungkin saja rasa cinta Dhea begitu dalam terhadap Dirga tanpa disadari. Lagi-lagi air matanya semakin mengalir dengan deras. Supir taksi itu sesekali melirik Dhea lewat kaca spion tanpa Dhe

