‘Berhenti menghakimi masa lalu orang lain! Kita bukan Tuhan.’ *** "Dhea... Sayangnya aku, selamat yak! Akhirnya skripsi lo di acc juga sama Dosen ganteng" Ucap Nisya sambil memeluk Dhea dengan erat. "Woy, lepas napa sih! Gue juga mau kasih selamat sama sepupu kesayangan gue" Nisya mendengus kesal saat Varel menarik-narik tubuhnya agar menjauh dari Dhea, padahal dirinya masih ingin memeluk Dhea, siapa tahu saja dia juga bisa ketularan wisuda tahun ini, yang hanya bisa Nisya ucapkan dalam hati. Karena jika kedua sahabatnya itu tahu, terutama Varel. Pasti laki-laki itu langsung menertawakannya dengan s***s. "Iri aja lo!" Ucap Nisya dengan sewot seraya melepaskan pelukannya kepada Dhea dan langsung menghadiahi Varel pukulan dengan tas miliknya. "Aduhh! Lo tuh yah hobi banget tinda

