Hero melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi. Menginjak pedal gas dalam membuat kecepatan mobilnya di atas rata rata. Beberapa mobil dan kendaraan lain yang ia dahului mungkin sudah mengumpat beberapa kali. Wajahnya sangat serius menatap lurus kedepan, tangannya mengepal kuat memegang setir mobil. Melihat keadaan Ica yang menggigil kedinginan dengan wajah pucat. Hero bahkan bersumpah dalam hatinya dia tidak akan memaafkan siapapun yang sudah berani menyakiti Ica. Gadis itu masih memejamkan matanya. Tidak bergerak sedikitpun kecuali bibirnya yang biru menggigil kedinginan. Perjalanan yang seharusnya di tempuh sejauh lima belas menit hanya dia tempuh dalam waktu sepuluh menit. Hero memasukan mobilnya ke dalam halaman rumah Ica saat pak Bandi membukakan gerbang untuknya. Hero segera be

