Seorang gadis turun dari sebuah mobil hitam. Mobil mewah dengan dua bodyguard yang mengawalnya. Semua tatapan orang tertuju pada seorang gadis yang turun dengan aura kecantikannya. Semua orang memandang kagum ke arah orang itu. Dan gadis itu adalah aku. Aku merasa ini sangat berlebihan. Tapi, aku tidak bisa menolak perintah Ayah. "Terima kasih, pak." ucapku ke arah pak Yanto dan pak Yanu. Pengawal yang mengantarku ke sekolah. Dua pria berbadan tegap itu hanya menganggukan kepalaku dengan wajah datar mereka. Mela berjalan menghampiriku dengan tatapan kagumnya yang selalu dia tunjukan padaku selama dua minggu lebih ini. "Kamu beneran anak orang kaya ya, Ca?" Aku mendengus kesal ke arah Mela. "Enggak. Itu tadi nyewa Grab.." jawabku asal. Mela memutar bola matanya kesal. Kemudian kami

