22. My Hero

590 Words

Di sinilah aku sekarang. Di kamar dengan luas yang sangat besar. Bernuansa merah muda. Kata Ayah kamar ini kusus untuk aku. Ya, aku mengikuti saran Hero. Memberikan kedua orang tuaku kesempatan. Dan aku sekarang tinggal di rumah Ayahku, ayah Dika. Rumahnya sangat besar, dan mewah. Aku tidak menyangka ayah kandungku sekaya ini. Sudah dua minggu aku tinggal di sini bersama ibu. Aku melihat kebahagiaan tersirat di wajah ibu saat dia bersama Ayah. Tidak bisa di pungkiri bahwa mereka saling mencintai. Dan seharusnya aku bersyukur, seperti kata Hero. Aku masih di karuniai orang tua yang lengkap. "Icaa," panggil Ibu dari arah dapur rumah kami. Ekhm, ya rumah kami karena ayah Dika memaksaku untuk mengatakan itu. "Ya, Bu?" tanyaku sambil menuruni tangga rumah dan berjalan ke arah ibu. "Bantu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD