Bab 73

2043 Words

Suasana kantin yang tidak seramai biasanya memang sedikit membingungkan. Selama hampir satu tahun bersekolah di sekolah ini, tak pernah Tasya mendapati keadaan kantin sesunyi sekarang. Setiap siswa yang bergerombol di masing-masing meja hanya berbicara dengan suara pelan saja, suara yang dapat didengar oleh penghuni meja mereka saja. Bahkan Kevin Sadewa yang biasanya ribut, kali ini menutup mulutnya. Pemuda tampan itu hanya berbicara seperlunya. Meskipun bingung dan heran, tapi Tasya memaklumi. Insiden tadi pagi tentu saja membuat mereka semua terkejut dan syok. Juna yang memecahkan kaca mading di lantai dua dan tiga sekolah mereka memang sangat mengejutkan. Tidak ada seorang pun di antara mereka yang menyangka kalau pemuda itu memecahkan kaca dengan tangan kosong. Ia mengira Juna akan men

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD