Braakk! Tasya terlonjak kaget ketika mejanya digebrak oleh Juna. Belum hilang rasa kagetnya itu, pemuda itu sudah mencekal lengannya kuat, menariknya berdiri, dan memaksanya mengikuti. Beberapa kali Tasya berusaha berontak, tetapi tidak bisa. Cekalan Juna terlalu kuat, pemuda itu menyeretnya kasar. Entah Juna akan membawanya ke mana, dia sudah memukuli bahu pemuda itu sekuat tenaga, tapi Juna tidak berhenti juga. Celakanya tidak ada yang melihat mereka, kelas-kelas lain sedang dalam pelajaran, hanya kelas mereka saja yang sepertinya jam kosong. "Lepas Juna!" rengek Tasya sambil terus memukuli bahu pemuda itu. "Sakit." Wajah imut Tasya mengerut menahan sakit. Namun, Juna tak memedulikannya. Ia masih menyeret gadis itu ke gudang belakang sekolah yang tidak terpakai, membantingnya kuat ke

