bc

Talak 3 Membuatku Menyesal

book_age4+
0
FOLLOW
1K
READ
mxb
mxm
like
intro-logo
Blurb

Arumi dan Robby adalah sepasang kekasih yang akan segera menikah. Namun setelah menikah terjadi perubahan pada sifat Robby yang menjadi sangat pencemburu. Hingga satu tahun usia pernikahan mereka, terjadi salah paham hebat, yang membuat Robby memutuskan untuk berpisah dan mentalak tiga sekaligus kepada Arumi. Akhirnya sebuah penyesalan pun datang, Robby yang mengetahui bahwa tuduhan nya salah, ingin sekali kembali rujuk, namun diantara mereka haruslah ada yang menikah dahulu dengan orang lain.

chap-preview
Free preview
Akan Menikah
Arumi dan Robby sudah hampir satu tahun bertunangan. Mereka berencana akan melangsungkan pernikahan tiga bulan lagi. Sudah banyak pula yang mereka persiapkan. Rencana nya mereka akan menggelar pesta yang cukup mewah. Tentu saja karena Robby adalah pria mapan yang usia nya masih cukup muda yakni 31 tahun, dia mempunyai bisnis rental mobil yang cabang nya sudah cukup banyak. Lagi pula keluarga Robby memang cukup terpandang di kalangan masyarakat. Sedangkan Arumi adalah gadis berumur 24 tahun, dan dia bekerja di perusahaan swasta. Keluarga nya lebih sederhana namun berkecukupan. Arumi mempunyai sahabat di tempat ia bekerja satu laki-laki dan dua perempuan. Pada jam istirahat mereka berencana akan makan siang bersama di cafe dekat kantor mereka. Disaat yang bersamaan entah mengapa tiba-tiba ada sosok pria yang sangat ia kenali, tidak lain dia adalah Robby. Arumi sedang bercanda bersama para sahabat nya. "Sayang, kok kamu ada di sini?" Arumi sambil melambaikan tangan pada Robby. Entah pikiran apa yang ada di kepala Robby, tiba-tiba dia sangat marah pada tunangannya itu. Robby bergegas menghampiri Arumi. "Jadi ini kerjaan kamu di kantor? cengengesan sama pria lain, hah?" Robby geram. Wajah Arumi memerah kaget dan merasa malu. Memang sahabat Arumi yang bernama Panji itu belum pernah ia kenalkan pada Robby, karena memang belum lama ini mereka bersahabat. "Kamu ini kenapa sih? tiba-tiba marah gak jelas!" Arumi segera membawa Robby keluar dari cafe tersebut. "Kamu itu sebentar lagi akan menjadi istri aku, dan sangat tidak pantas kamu bercanda seperti tadi dengan seorang laki-laki! kamu paham posisi kamu sekarang hah?" mata Robby sambil menatap tajam Arumi. "Kamu lihat kan tadi aku nggak cuma berduaan sama dia? tapi masih ada dua teman perempuan aku juga. Jadi kamu nggak usah cemburu nggak jelas kayak tadi! "Beraninya kamu melawan calon suami kamu sendiri? pokok nya mulai dari sekarang tidak boleh ada satu lelaki pun yang dekat-dekat dengan calon istriku!" tegasnya lagi. "Sudah cukup untuk hari ini! lebih baik kamu kembali ke kantor sekarang. Aku juga mau cari makan siang dekat kantorku. Aku belum sempat makan tadi, tapi keburu kamu datang." Arumi bergegas pergi tanpa menghiraukan Robby yang masih mematung dalam amarah nya. Setelah makan siang selesai Arumi kembali ke meja kerja nya, sambil melamun memikirkan kejadian memalukan yang baru saja di alaminya. "Kenapa bisa-bisa nya Robby berbuat seperti itu? apa dia sebegitu cemburu nya? kenapa hati ini jadi ragu untuk menikah dengan dia?" Arumi bergumam dalam hati nya. Tiba-tiba salah satu sahabat nya pun menghampiri Arumi yang sedang melamun. "Hei jangan melamun dong Rum!" Reni salah satu sahabat nya yang ada pada kejadian tadi menepuk pundak nya. "Ren sorry ya makan siang kita jadi berantakan." air mata nya pun membasahi wajah cantik nya. Reni langsung memeluk Arumi. "It's ok nggak apa-apa, kita bertiga ngerti kok. Kalian kan sebentar lagi akan menikah, wajar saja mungkin dia cemburu sama Panji tadi, tanda nya dia benar-benar takut kehilangan kamu!" Reni sambil tersenyum. "Tapi aku nggak enak sama kalian Ren, aku malu. Oh ya, aku mau minta pendapatmu Ren, kenapa aku jadi ragu ya untuk melanjutkan hubungan ini? dengan sikap dia seperti tadi, aku takut kalau setelah menikah nanti gimana kalau dia lebih posesif lagi? padahal selama kita pacaran dulu dia ngga begitu." tanya nya dengan raut wajah cemas. "Rum, sebentar lagi kalian akan menikah, banyak persiapan yang kalian sudah lakukan, semua keluarga besar sudah ikut antusias dengan acara pernikahan kalian, terus kamu mau batalin semua gitu aja? nih ya, setahuku orang yang akan menikah itu memang banyak ujian nya, lagipula wajarlah dia marah seperti tadi, ya walaupun sedikit berlebihan. Mungkin dia memang takut di khianati dan kehilangan kamu. Sudahlah Rum, inti nya kamu jangan berpikir yang bukan-bukan, aku selalu support kamu dengan Robby!" Reni memberi semangat sambil mengelus pundak Arumi. "Big thanks untuk kamu Ren, kamu memang sahabat aku yang paling baik dan pengertian." Arumi sambil memeluk Reni. "Sama-sama. Sekarang kita kerja lagi ya, please jangan murung lagi sahabatku yang paling cerewet, hehehe." goda Reni.

editor-pick
Dreame-Editor's pick

bc

Inferno Demon Riders MC: My Five Obsessed Bullies

read
794.0K
bc

The Luna He Rejected (Extended version)

read
621.4K
bc

Alpha's Instant Connection

read
651.7K
bc

Desired By The Hockey Captain Alpha

read
8.3K
bc

The Abandoned Luna's Return

read
1K
bc

His Unavailable Wife: Sir, You've Lost Me

read
11.2K
bc

Secretly Rejected My Alpha Mate

read
36.5K

Scan code to download app

download_iosApp Store
google icon
Google Play
Facebook