“Aku mau bulan madu.” Ahra mengawali perbincangan mereka setelah lama saling membisu. Kalimat Ahra saat di ruang makan rupanya membuat Kenzo tak mau berkata-kata. Sekarang mereka ada di kamar, di atas tempat tidur yang sama dan saling terlentang menatap langit-langit ruangan. Tidak ada bintang di sana, karena ada yang jadi penghalang. “Ken,” sambil meliriknya, Ahra menatap dalam wajah Kenzo dari samping. Kemudian, Ahra berbaring menyamping dengan dua telapak tangan dipertemukan dan dijadikan bantalan pipi kirinya. “Kita belum pernah bulan madu.” Memejamkan sejenak kelopak matanya, Kenzo pun melakukan hal yang sama dengan Ahra. Dua telapak tangan yang disatukan dan dijadikan bantal di pipi kanannya. “Gak bulan madu juga sekarang perut kamu udah ada madunya, Ra.” Ahra memberenggut. Per

