Ale dibawa, Kenzo begitu senang bisa membawa bocah ileran itu ke rumahnya. Lebih senang lagi karena ternyata Ale cocok disatukan dengan Ryu. Istri yang tidak Kenzo akui eksistensinya di depan Willis. "Lucu banget." Manik cokelat Ryu berbinar antusias. Kenzo terkekeh, dia pun menyerahkan Ale kepada Ryu. Tanpa pernah berpikir jika anak kecil itu bisa merepotkan ibu hamil. "Anaknya mantan aku dong!" bangga Kenzo sambil menepuk d**a. Ryu mengerling, dia menggendong Ale dan sesekali mencium hidungnya yang bangir. Bocah dua tahunan itu hanya diam, tidak merasa terusik atau menangis seperti anak kecil kebanyakan pada saat bertemu orang asing. Bukankah sudah pernah dikatakan, kalau Ale itu mudah akrab dengan siapa saja? Dia adalah bocah yang rawan diculik. "Namanya siapa, Sayang?" tanya Ryu k

