PULANG BERSAMA AGAM

585 Words
Natasya berdecak kesal, “Gue bilang juga apa.” Ucapnya kesal. “Apasih gue gak papa kali.” Kirana tersenyum melihat raut wajah Natasya yang mengisyaratkan kecemasan. “Heran gue Gam, sama anak satu ini.” Natasya menoleh pada Agam tidak memperdulikan ucapan Kirana. “Gue juga gak tahu bakalan kayak gini.” Agam juga merasa cemas namun ia masih mampu menahan rasa cemas itu. Kirana menyimak pembicaraan mereka berdua, karena hanya ada dirinya, Agam dan juga Natasya di sana. Kejadian tadi saat ia tiba-tiba pingsan dan hidungnya mengeluarkan darah membuat Natasya cemas. Beruntung sekali Natasya masih berada di sekolah dan Agam juga yang dengan sigap membawa Kirana ke Uks. “Udah dua kali lo pingsan gini. Pertama sama gue,” ucap Agam mengambil kursi duduk dan mendudukinya dengan cepat. Baju basket masih melekat ditubuhnya pertandingan sepertinya belum usai masih terdengar banyak sorakan dari para penonton. Kirana tersenyum lagi meski matanya masih belum melihat dengan jelas, “Udah lo balik aja ke lapangan gue gak papa kok.” Ucap Kirana merasa tidak enak pada Agam yang sudah membantunya. “Iyah lo balik aja ada gue di sini.” Suruh Natasya juga agar Agam kembali ke lapangan untuk mengikuti lagi pertandingan. “Males ah, cape. Gue mau balik bentar lagi,” ucap Agam berpura-pura padahal sebenarnya ia bukan malas atau akan pulang cepat namun kecemaaan pada Kirana benar-benar membuat Agam lemah. “Eh lo mau balik? Sekalian gue sama Kirana nebeng.” Celetuk Natasya ringan. Kirana melongi, “hah? Gak usah gue bisa pulang sendiri kok.” Tolak Kirana “Gak papa ayok,” ucap Agam cepat sebelum Kirana menolak lebih panjang. Natasya mengangguk, “Lo bawa mobil kan?” tanyanya dengan menaikkan sebelah alisnya seperti orang menginterogasi. “Bawa, kalau gue bawa motor lo berdua mau gue bonceng dimana?” “Haha bener juga,” Natasya menoleh lagi pada Kirana, “Kalau udah baikan kita pulang. Lo istirahat dirumah. Atau kalau perlu kita sekarang mampir ke rumah sakit.” “Gak usah Nat, balik aja.” “Sekarang?” tanya Agam menimbrung pembicaraan Kirana dan Natasya “Ayok.: Kirana mengangguk sebagai jawaban pada Agam. Natasya terduam beberapa saat, “Yakin lo kuat?” tanya Natasya merasa tidak percaya bahwa sahabatnya itu sudah merasa baikan. “Yakin, gue udah gak papa kok.” Yakin Kirana Agam berdiri sambil melirik jam ditangannya, “yaudah gue ambil mobil dulu yah.” Ucapnya sambil berlalu. “Jadi gue nunggu dimana?” tanya Natasya. “Di bawah aja, nanti gue balik lagi ke sini.” Jawab Agam. “Oh ok.” Natasya mengangguk diikuti dengan kepergian Agam. “Eh lo mau kemana?” Natasya kaget saat melihat Kirana yang tiba tiba turun dari ranjang uks. “Kan balik,” jawab Kirana santai. “Yaelah. Yaudah ayok gue bantu berdiri.” Ucap Natasya menawarkan bantuan, Kirana yang masih merasakan pusing dikepalanya hanya mengangguk sebagai jawaban. Sebenarnya sering pingsan dan mimisan secara tiba tiba adalah hal yang sangat sering Kirana rasakan. Bahkan ketika sedang dirumah pun kedua orang tuanya kerap kali mendapati Kirana yang sudah tergelatak dilantai. Namun sampai saat ini Kirana enggan untuk mengecek kondisi kesehatannya, dan memeriksakan dirinya kepada tim medis. Bukan apa-apa tapi dirinya selalu berpikir bahwa sakitnya adalah sebab dari banyaknya ia begadang malam untuk belajar dan mengerjakan tugas. Kirana dan Natasya melewati lorong yang sudah sepi, hanya beberapa murid saja yang tersisa. Pusing tiba-tiba kembali melanda dan membuat Kirana menepikan dirinya sebentar untuk bersandar pada dinding tembokan. “Oh ini toh Kirana itu?” sekelompok perempuan... bersambung..
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD