Yasmin duduk termenung di salah satu sudut gedung rumah sakit.
Dia sedang galau memikirkan keputusan yang harus dia ambil pagi ini.
Ah dr Angga benar-benar membuat nya bingung harus apa.
'Aku sudah menunggu di parkiran' isi pesan yang dikirim kan lelaki tampan itu sejak subuh tadi.
Sekarang sudah pukul 09.00 wib tetapi Yasmin masih tetap bingung harus apa. Sebenar nya mudah saja dia bisa langsung saja pulang kerumah dan tidur tanpa mempedulikan lelaki itu tapi setengah hati nya berkata lain, dia ingin menerima tawaran lelaki itu. Tak bisa Yasmin pungkiri jika dia merindukan hal seperti itu dan juga dia ingin mencoba melupakan semua masa lalu kelam nya.
Tapi hei apakah harus menjadi simpanan??
Jujur saja siapa yang tidak mau dengan lelaki tampan dan mapan itu. Tapi menjadi simpanan?
Lagi-lagi Yasmin menghela nafas nya berat.
'Ah sudahlah' batin Yasmin sambil beranjak menuju parkiran mobil dimana dr Angga menunggu nya.
Sudah terlihat dari kejauhan mobil dokter tampan itu terparkir manis sedikit tersembunyi dari area parkir lain nya.
'Dia sengaja agar tidak terlalu mencolok' batin Yasmin
Parkiran area belakang memang agak sepi dan jarang sekali karyawan menempati nya membuat Yasmin tidak perlu sembunyi-sembunyi untuk menemui dokter tampan itu.
Tatapan tajam dan senyum yang manis menyambut Yasmin saat masuk ke dalam mobil mewah dokter tampan itu.
Tanpa aba-aba dr Angga segera menarik Yasmin ke dalam pelukan nya dan menciumi puncak kepala gadis cantik itu.
"Aku tau kamu akan datang sayang" bisik dr Angga dengan segera mencium bibir ranum Yasmin membuat gadis cantik itu terkejut dan ingin mendorong tubuh dr Angga namun pasti nya kalah tenaga.
Yasmin hanya diam tidak membalas lumatan lelaki tampan yang sedang memeluk nya erat.
dr Angga tersenyum saat melepaskan ciuman nya pada Yasmin.
"Terimakasih sudah mau menerima tawaran ku sayang"
"Kita pulang sekarang?" Tanya dr Angga
"Saya harus pulang kerumah terlebih dahulu dok, adik saya pasti sedang menunggu saya pulang" jawab Yasmin
"Panggil saja Angga, kita sedang tidak bekerja sayang. Baiklah kita pulang kerumah mu terlebih dahulu"
"Baiklah" sahut Yasmin pasrah.
dr Angga segera melajukan mobil nya untuk keluar gerbang rumah sakit, untung nya mobil mewah dokter tampan ini memiliki kaca yang sangat gelap sehingga orang luar tidak akan bisa melihat ada siapa saja di dalam mobil. Yasmin takut kalau-kalau ada orang mengenali nya.
****
Setelah mampir sebentar kerumah melihat Hagia dan mempersiapkan makan adik kesayangan nya, Yasmin dan dr Angga langsung pergi menuju rumah lelaki itu.
Dan sekarang disinilah Yasmin, sedang duduk memperhatikan setiap detail rumah lelaki tampan itu.
Rumah minimalis yang terbilang bersih jika dihuni oleh lelaki lajang seperti dr Angga, memang dr Angga selalu menyewa orang untuk membersihkan rumah nya minimal 1 minggu sekali.
"Apakah aku boleh melihat dapur mu dan memasak sesuatu?" Tanya Yasmin kepada Angga
"Tentu saja sayang. Kau bebas melakukan apapun dirumah ku. Apa kau tidak mau mandi terlebih dahulu bersama ku?" Sahut lelaki itu nakal
Yasmin melengos pergi ke arah dapur meninggal kan Angga yang terkekeh geli.
Gadis itu segera memeriksa kulkas dan lemari dapur Angga namun hanya menemukan banyak mie instan membuat nya hanya geleng-geleng kepala 'dia sama saja seperti lelaki pada umum nya' gerutu Yasmin dan kembali ke depan untuk mencari sosok lelaki itu.
"Apakah dokter tidak memakan makanan lain selain mie instan?" Tanya Yasmin jengkel
"Panggil aku Angga sayang. Lupakan embel-embel duniawi itu" sahut Angga santai
"Aku juga boleh memanggil nama mu saat di rumah sakit?" Tanya Yasmin lagi
"Jika kau mau boleh saja"
Yasmin menghela nafas jengkel. Emosi nya mudah sekali membara disaat lapar. Hahaha manusia pada umum nya
"Aku lapar" rengek Yasmin yang spontan membuat Angga kaget dan gemas karena dia tidak pernah melihat ekspresi itu sebelum nya.
Lelaki tampan itu terkekeh dan segera memeluk wanita yang disukai nya itu membuat Yasmin makin jengkel.
"Aku butuh makan bukan pelukan" ujar nya sambil mendorong Angga
"Kau makin menggemaskan jika seperti itu sayang, membuat ku makin ingin menerkam mu" Angga terkekeh dan mengambil handphone nya yang terletak di atas meja
"Pesanlah makanan sesuka hatimu"
Yasmin mengambil handphone dari tangan Angga dan segera duduk di sofa depan televisi untuk memilih makanan yang dia ingin kan.
"Kau mau makan apa?" Tanya Yasmin sambil memilih makanan dari aplikasi pesan antar
"Aku ingin memakan mu" jawab Angga santai membuat tatapan Yasmin menajam
Angga tersenyum dan memegang pipi wanita cantik di hadapan nya
"Kau tau apa yang membuat ku suka dan mengejar-ngejarmu sayang?"
"Apa?"
"Tatapan tajam mu ini" kekeh Angga dan tiba-tiba mencium bibir Yasmin membuat gadis itu kaget mendapat serangan tiba-tiba.
Ciuman yang makin lama makin dalam dan b*******h membuat Yasmin kewalahan dan mulai kehabisan nafas.
Yasmin mendorong tubuh lelaki dihadapan nya ini sekuat tenaga "aku tidak bisa bernafas"
Tatapan dalam Angga membuat Yasmin bergidik ngeri 'bisa-bisa aku tidak bisa berjalan' batin Yasmin ngeri
"Cepatlah pesan makanan sayang. Aku sudah tidak sabar lagi" bisik Angga sebelum meninggalkan Yasmin sendiri dan masuk ke kamar untuk mendinginkan diri nya yang sudah panas membara dikuasai nafsu.
Dia benar-benar mengingin kan Yasmin.
Amat sangat.
****
"Aaahhh... mhhh" Yasmin benar-benar kewalahan dengan permainan lidah lelaki ini.
Benar-benar membuat nya terbuai, benar-benar nikmat.
Yasmin menikmati jilatan dan kuluman lelaki tampan ini dibawah nya.
Yasmin benar-benar tidak habis fikir dengan Angga yang mau saja menjilati kemaluan nya dan sial nya rasa nya begitu nikmat disertai dengan tatapan tajam lelaki itu.
"Aaahhh" Yasmin mendesah lagi dan meremas rambut lelaki tampan itu yang semakin dalam menghisap bagian bawah nya karena lagi-lagi Yasmin mencapai klimaks nya. Sudah dua kali dan Yasmin benar-benar puas dan lemas.
Melihat Yasmin sudah terkulai lemas membuat Angga tersenyum dan naik ke atas tubuh wanita cantik yang sudah tanpa satu helai benang pun lagi.
Angga tersenyum dan mengecup bibir Yasmin " kau benar-benar cantik sayang" bisik nya sensual sembari menjilat belakang telinga Yasmin membuat nya menggeliat geli.
"Aku sudah lemas"
"Aku bahkan belum mulai sayang" kekeh Angga dan segera melumat bibir ranum Yasmin yang selalu menggoda nya.
Tanpa aba-aba lagi Angga segera memasukkan milik nya ke dalam lubang kenikmatan Yasmin yang sudah basah dari tadi karena ulah nya, membuat Yasmin melenguh.
Angga tidak melepaskan ciuman nya dan segera melanjutkan aksi nya menggenjot Yasmin dengan semangat karena akhirnya dia bisa menikmati tubuh gadis pujaan nya.
"Mmhhh mmhh..." Yasmin mendesah tertahan karena bibir nya masih dilumat oleh lelaki tampan yang benar-benar membuat nya melayang.
Seperti nya milik Yasmin tidak mampu menampung milik lelaki itu yang ukuran nya benar-benar memuaskan wanita manapun, Yasmin yakin jika para wanita mengetahui ini pasti makin banyak lagi yang akan mendambakan lelaki tampan yang sedang menimpa tubuh nya ini.
'Ah benar-benar nikmat' batin Yasmin nakal
***