Yasmin terbangun di tengah malam dengan perut keroncongan dan keadaan kamar yang gelap gulita.
Sehabis permainan panas mereka yang menghabiskan waktu berjam-jam membuat mereka tertidur lelap tanpa sempat menghidupkan satu lampu pun.
Yasmin merasakan tangan yang memeluk erat tubuh telanjang nya, mereka berdua tertidur hanya tertutup selimut membuat kedua tubuh itu menempel erat tanpa sehelai benang pun.
Yasmin berusaha melepaskan pelukan Angga yang benar-benar memeluk nya erat dari belakang.
"Kau mau kemana sayang" bisik Angga dengan suara serak khas bangun tidur
"Aku lapar"
"Diam lah sebentar lagi saja, setelah itu baru kita mandi dan makan diluar"
"Aku tidak mau mandi dengan mu, aku sudah benar-benar lelah"
Angga terkekeh dan mencium punggung mulus Yasmin kemudian mengeratkan pelukan nya.
Yasmin terdiam sebentar menikmati pelukan hangat Angga, sangat nyaman membuat Yasmin kembali memejamkan mata nya.
"Kruuukkk..." Angga terkekeh mendengar suara perut Yasmin yang seperti nya memang benar-benar lapar.
"Ayo mandi dan kita cari makan" Angga melepaskan pelukan nya pada Yasmin membuat gadis cantik itu agak sedikit kecewa.
Angga bangun dari ranjang dan mengambil handuk dari kamar mandi
"Aku mandi di kamar mandi kamar sebelah saja" ujar nya saat melihat tatapan bertanya-tanya Yasmin
Usai mandi Yasmin berdiri tertegun karena melihat baju nya yang sudah berserakan dimana-mana dan seperti nya sudah tidak layak pakai membuat Angga kembali tertawa melihat ekspresi gadis itu.
"Seperti nya kau benar-benar senang menertawakan aku" ucap Yasmin jengkel
"Karena aku benar-benar bahagia berada di dekat mu sayang, semua hal yang kau lakukan sangat membuat hatiku bahagia"
"Apa aku harus keluar seperti ini?" Tanya Yasmin jengkel karena dia hanya menggunakan handuk
"Kau bisa pakai bajuku dulu. Nanti besok kita belanja semua keperluan mu"
Mau tak mau Yasmin harus memakai pakaian lelaki itu yang sudah pasti akan kebesaran.
Yasmin membuka lemari dan mengambil asal baju Angga, baju kaos panjang berwarna hitam langsung di pakai nya dan ternyata baju itu benar-benar panjang di tubuh gadis cantik yang sebenar nya termasuk tinggi untuk ukuran wanita asia.
Angga terkekeh melihat Yasmin dengan baju kaos hitam sepanjang lutut gadis itu.
Angga memang tergolong amat tinggi bahkan Yasmin yang sudah tinggi masih terlihat mungil jika berdampingan dengan lelaki itu.
"Seperti nya aku tidak usah memakai celana lagi karena kaos mu benar-benar sudah panjang" gumam Yasmin membuat Angga segera melotot
"Tidak bisa. Aku tidak akan membiarkan lelaki mana pun melihat kaki mulus mu itu" gerutu Angga sembari membuka lemari nya mencari celana olahraga yang pasti bisa di sesuai kan dengan gadis nya itu.
###
"Seperti nya kau benar-benar puas sudah mendandaniku seperti ini" ucap Yasmin jengkel karena Angga terus menatap nya dan tersenyum. Saat ini mereka sedang duduk di depan warung sate menunggu pesanan mereka untuk dibawa pulang. Yasmin memaksa ingin pulang ke rumah karena dia khawatir sudah meninggalkan Hagia sendirian di rumah.
"Kau sangat menggemaskan berpakaian seperti ini sayang, sepertinya aku tidak perlu membelikan mu pakaian cukup pakai baju-baju ku saja"
"Tidak mau" jawab Yasmin jengkel membuat Angga tertawa
"Ada lagi yang mau kau beli?" Tanya Angga setelah mengambil pesanan mereka.
Satu bungkus sate. Mereka sudah makan 3 porsi sate dan 2 porsi nasi di tempat dan membungkus satu untuk Hagia di rumah.
Jangan mengira jika 3 porsi sate itu adalah Angga yg menghabiskan tetapi Yasmin membuat Angga makin terkekeh karena gadis cantik itu tidak peduli dengan image nya jika makan banyak, Yasmin benar-benar lapar dan merasa harus mengisi full tenaga nya yang sudah habis karena melayani nafsu Angga yang membuat nya kewalahan.
"Aku mau ice cream. Vanila"
"Kau suka vanila?"
"Tidak juga. Terkadang aku suka cokelat, strawberry, matcha dan lain-lain tergantung mood" jawab Yasmin enteng
"Ternyata selera makan gadis cantik ku amat sangat baik" Angga terkekeh lagi
"Hari ini kau amat sangat ceria sekali dok" ejek Yasmin karena memang Angga tak pernah berhenti tertawa, Yasmin merasa diri nya seperti badut saja di hadapan lelaki ini.
"Ah aku ingin sekali minum green tea" lanjut Yasmin
"Oke kita beli" ajak Angga menarik tangan Yasmin untuk segera menuju ke mobil
Yasmin tersenyum. Tak dipungkiri jika dia juga bahagia hari ini. Merasa benar- benar diperhatikan dan juga di sayang.
Ah sekarang dia mulai takut jatuh ke pelukan Angga dan merasa kan luka kembali.
'Ingat Yasmin dia hanya sementara' batin Yasmin tegas
***