MENGUMPULKAN ENERGI

565 Words
Yasmin sedang duduk di meja makan dan memperhatikan Hagia yang semangat memakan sate nya. Ternyata adik nya itu tidak makan sejak sore karena menunggu Yasmin pulang dan adik nya yang cantik itu tidak menelpon Yasmin karena mengira kakak nya akan terganggu jika dia menghubungi. Begitulah adik nya yang cantik dan pengertian ini. Meskipun dia sakit dan sedang dalam pengobatan dia tetap menjadi adik Yasmin yang baik dan pengertian. "Pelan pelan makan nya nanti sayang tersedak kalau makan seperti itu" ujar Yasmin lembut dan terkekeh melihat adik nya begitu semangat memakan makanan favorit mereka. Yah mereka berdua sangat suka makan sate. "Rasa nya Gia sudah sangat lama tidak makan sate kak dan sate ini rasa nya enak sekali. Kakak beli dimana? Ini bukan rasa sate langganan kita" "Kakak beli bersama teman kakak di dekat rumah nya. Lain kali akan kakak belikan lagi untuk Gia" "2 porsi ya kak. Hehehe" " siap bosque" "Setelah ini kita siap-siap tidur ya, jangan lupa minum obat nya. Oh ya apa kakak perlu mencari teman lagi untuk Gia? Kakak takut Gia kesepian karena kakak pasti akan sibuk ke depan nya" Semenjak pindah ke tempat yang baru Yasmin memang belum mencari pengganti Bude Rani untuk menemani Hagia jika dia sedang bekerja. Bukan nya Yasmin tidak mau tetapi Hagia yang keberatan, adik nya yang manis itu berkata jika dia sudah bisa ditinggal sendirian dan dia juga tidak ingin menyusahkan Yasmin karena otomatis harus mengeluarkan uang lebih tiap bulan nya untuk membayar penjaga Hagia. Tetapi sekarang Yasmin khawatir jika Hagia sendirian karena pasti nya Angga tidak akan membiarkan nya punya waktu luang yang banyak, Yasmin pasti akan sibuk melayani lelaki itu. Apalagi yang Yasmin tau nafsu lelaki itu benar-benar besar membuat Yasmin sangat kewalahan. Lagi pula Yasmin tidak perlu khawatir mengeluarkan biaya tambahan untuk menggaji seseorang yang akan menjaga Hagia, toh dia bisa minta kepada Angga si dokter tampan kaya raya itu. Bukan kah Angga bilang dia akan mendapatkan fasilitas dan Angga akan menuruti semua kemauan nya. "Tidak perlu kak. Gia bisa dan sudah terbiasa, lagipula jika ada yang menemani Gia juga akan percuma karena Gia juga tidak terlalu suka berbincang-bincang dan berbasa-basi. Gia lebih suka tidur hehehe" Hagia terkekeh karena memang dia lebih suka tidur dari pada harus berbincang-bincang dengan orang. "Baiklah kalau begitu. Tapi nanti jika suatu saat Gia bosan dan perlu ditemani tinggal bilang saja dengan kakak ya" "Iya kak. Gia sudah beres makan nya" Hagia beranjak membereskan bekas makan nya dan mengambil obat rutin yang harus dia minum "Gia sudah hafal dan tidak akan lupa meminum obat rutin ini" pamer Hagia setelah meminum obat nya Yasmin tersenyum dan sedikit lega melihat perubahan pada adik nya ini. "Ayo kita tidur" ajak Yasmin Mereka beranjak memasuki kamar masing-masing. Sebelum merebahkan diri nya Yasmin menyempatkan diri mengecek handphone yang terletak di nakas samping tempat tidur nya dan ternyata ada pesan masuk dari Angga. 'Aku merindukan mu sayang' Yasmin menggeleng melihat pesan lelaki itu dan mengabaikan nya. Bisa bisa nya lelaki itu sudah bilang merindukan nya padahal belum lama mereka bertemu dan bermesraan. Lelaki itu bahkan sudah menggempur nya habis habisan seharian ini membuat Yasmin merasa lelah dan pasti nya amat sangat puas. Ah memikirkan kebringasan lelaki itu membuat Yasmin berdenyut. Yasmin tersenyum malu membayangkan kegagahan lelaki itu diranjang. Sudah lah lebih baik dia tidur dan mengisi energi nya untuk besok. 'Mengumpulkan energi untuk bertempur kembali di ranjang' batin Yasmin yang mulai nakal *****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD