Yasmin berdiri termangu menatap Angga yang sedang sibuk memilih kan pakaian-pakaian untuk nya ditemani pelayan toko baju yang sangat semangat melayani pembeli nya yang bisa dibilang pemborong.
Pagi-pagi sekali Angga sudah datang mengetuk pintu rumah nya dan membawakan berbagai macam makanan kesukaan Yasmin dan Hagia, entah tau darimana lelaki itu.
Hagia sangat senang berkenalan dengan sosok Angga yang tampan dan juga humoris katanya, entah bagaimana Hagia bisa cepat akrab dengan lelaki tampan itu.
Yasmin hanya terdiam memandangi tingkah lelaki itu sedari tadi, berbagai macam model dan warna baju dipilihkan lelaki itu untuk nya. Semua baju yang ada ukuran Yasmin langsung dibeli oleh lekaki tampan itu.
"Bagaimana sayang? Apa kau suka?" Tanya Angga.
Yasmin hanya menangguk mengiyakan pertanyaan lelaki itu
"Semua yang kau pilih aku pasti akan menyukai nya" jawab Yasmin santai
Setelah beberapa pilihan baju lagi akhir nya Angga menyudahi acara "belanja" nya. Yasmin sedikit terkekeh saat melihat lelaki itu memasukkan semua baju-baju yang sudah dipilihnya ke dalam mobil.
"Kenapa?" Tanya Angga bingung
"Kau sangat semangat sekali membeli pakaian wanita ini, aku curiga jika kau yang mau memakai nya" kekeh Yasmin
Angga mencium sekilas pipi Yasmin
"Apakah kita juga akan membeli sepatu dan tas untukmu?" Lanjut Angga
"Cukup. Aku tidak perlu itu semua, baju ini pun sudah terlalu banyak. Sebaiknya kita belanja kebutuhan makanan untuk rumahmu saja, aku tidak mau makan mie instan terus menerus setiap kerumah mu" gerutu Yasmin membuat Angga terkekeh
"Baiklah tuan putri mari kita belanja bahan makanan" Angga melajukan mobil nya ke salah satu tempat perbelanjaan makanan yang lumayan lengkap di daerah tempat tinggal mereka yang sebenar nya masih agak minim.
###
Sudah 4 bulan berlalu dan ternyata Yasmin begitu menikmati hubungan nya bersama Angga.
Lelaki tampan yang punya sikap hangat dan penyayang. Bukan hanya dengan Yasmin tetapi dengan Hagia pun lelaki itu sangat penyayang.
Dia begitu memperhatikan semua kebutuhan Hagia bahkan Angga rela mengambil cuti nya tiap bulan hanya untuk mengantarkan Hagia konsultasi rutin ke luar kota, yah setiap bulan nya Yasmin dan Hagia di temani Angga pergi ke kota tempat Yasmin sebelum nya bekerja dan tinggal untuk konsultasi rutin kesehatan Hagia dan keadaan adik cantik kesayangan Yasmin itu makin membaik mungkin bulan depan sudah bisa lepas obat rutin.
Yasmin begitu bahagia dengan kehidupan nya sekarang. Hatinya selalu hangat tiap hari nya karena kelakuan manis lelaki itu.
Namun berkali- kali juga Yasmin mengingatkan diri nya sendiri untuk tidak terlalu berharap berlebihan pada lelaki itu karena sejujur nya luka masa lalu terkadang masih sering menghantui nya, membuat nya trauma untuk maju dan menikmati rasa bahagia di hati nya.
Namun Yasmin tidak akan menyerah dengan keadaan nya, dia harus bisa bahagia dan menerima semua masa lalu nya.
"Selamat pagi dokter Angga yang tampan" sapaan teman sejawat Yasmin yang sedang berdinas pagi bersama nya membuyarkan lamunan gadis cantik itu dan membuat nya langsung menoleh kan kepala kearah pintu masuk.
Mendapati lelaki tampan yang sedang di fikirkan nya membuat Yasmin tersenyum dan menganggukan kepala ke arah dokter tampan itu.
"Selamat pagi dokter" sapa Yasmin lembut
Terbayang difikiran nya kelakuan Angga yang amat sangat ganas di atas ranjang berbeda terbalik dengan yang ada di hadapan nya saat ini, dokter yang sok cool.
Membuat Yssmin ingin tertawa saja.
"Selamat pagi suster Yasmin. Ada berapa pasien saya disini?" Tanya Angga profesional
Bukan tanpa alasan lelaki itu bersikap seperti itu, itu adalah permintaan Yasmin dan dia harus menuruti semua syarat gadis itu jika tidak mau kehilangan kehangatan nya.
Sebenarnya Angga jengkel harus bersikap seperti ini tetapi dia juga teringat jika memang dia tidak bisa mengekspos hubungan nya dengan Yasmin. Setidak nya belum bisa karena ada hal yang harus dia persiapkan dan dia tidak mau jika nanti nya Yasmin pergi meninggalkan nya.
Sejujurnya dia sangat mencintai gadis itu dan dia tidak akan sanggup jika harus kehilangan gadis cantik itu.
"Ada 10 dok, 8 pasien reguler dan 2 nya lagi pasien vvip" sahut Yasmin
"Seperti nya perjalanan kita visite kali ini akan panjang" dr Angga menjawab sembari menyeringai dan Yasmin tau apa yang dimaksud oleh lelaki itu
"Baiklah dok, mari kita mulai dari pasien reguler terlebih dahulu" ajak Yasmin santai.
Dia sudah menikmati perlakuan lelaki itu dan mengerti dengan maksud perkataan nya tadi. Tanpa Yasmin sadari dia malah menantikan saat-saat ini, saat sedang visite dan dokter tampan nya itu tiba-tiba menarik nya ke tempat yang sepi dan mencumbu nya sebentar kemudian melanjutkan lagi acara visite mereka.
"Sabar sayang ini masih di tempat ramai" bisik Angga pelan saat berjalan disamping Yasmin membuat Yasmin segera menatap sebal lelaki itu dan dengan santai nya Angga malah terkekeh.
"Seperti nya kau sudah tidak sabar lagi ingin ku pojokkan, tunggu saat di ruang vvip sayang ruangan reguler terlalu ramai" lanjut Angga santai sembari terkekeh membuat Yasmin ingin menimpuk lelaki itu
"Kau ini" geram Yasmin
"Selamat pagi ibu. Dokter Angga visite dulu ya" sapa Yasmin saat masuk keruangan pasien
"Pagi suster cantik dan dokter ganteng"
"Bagaimana kabar nya hari ini? Apakah ada keluhan?" Tanya Angga ramah
"Tidak ada lagi dokter, bekas operasi kemarin juga sudah tidak nyeri lagi."
"Syukurlah kalau begitu, berarti hari ini ibu sudah boleh pulang nanti untuk administrasi akan di urus terlebih dahulu oleh suster Yasmin ya" Angga tersenyum dan menatap Yasmin
"Terimakasih dokter, kalian sangat serasi sekali satu dokter ganteng dan satu lagi suster cantik. Ibu doakan semoga kalian berjodoh" pasien ibu itu terkekeh " iyakan pak?" Lanjut nya bertanya pada suami nya yang berdiri disamping ranjang pasien
"Iya bu benar tapi nanti pasangan mereka berdua marah buk. Jangan ibu doakan yang tidak-tidak" sahut suami pasien
Yasmin dan Angga hanya tersenyum dan saling tatap. Dalam hati Angga sangat mengaamiin kan do'a pasien mereka itu.
"Baiklah kalau begitu kami permisi ya bu, untuk administrasi nya nanti akan suster kabari jika sudah selesai" pamit Yasmin dan segera keluar ruangan
" Aku sangat mengaamiin kan do'a pasien kita tadi" bisik Angga di sela- sela perjalanan mereka ke ruangan yang lain nya.
Yasmin hanya terseyum tak menjawab perkataan Angga karena dia tidak mau terlalu berharap.
Bukan kah hubungan mereka dimulai dengan sebuah perjanjian jika Yasmin hanya menjadi simpanan Angga yang berarti mustahil untuk nya maju ke jenjang berikutnya.
Yasmin hanya ingin menikmati hari-hari nya saat ini dengan bahagia. Apa yang bisa dinikmati nya saat ini akan dia nikmati dengan suka cita dan tanpa harapan yang panjang karena jika nanti nya dia harus sampai pada rasa kecewa hati nya tidak akan terlalu hancur.
Mereka melanjutkan memeriksa satu persatu pasien reguler yang ada dan kemudian nanti akan di lanjutkan ke ruang vvip.
*****