PENYESALAN

1020 Words
"selamat malam ibu cik imah, malam ini ibu akan dipegang sama suster Rini ya bu. Untuk suster Yasmin shift sore nya sudah selesai, semoga ibu cepat sembuh dan bisa kembali ke rumah lagi bersama keluarga. Terimakasih dan selamat istirahat" ucap Yasmin pada seorang pasien di kamar rawat inap saat operan dengan salah satu rekan nya yang dinas malam "Terimakasih info nya suster Yasmin yang cantik tapi ibu rasa nya tidak mau sehat dan pulang" jawab pasien sambil terkekeh "Loh kenapa ibu?" Tanya Yasmin lembut "Karena disini ada suster Yasmin, ibu tidak rela rasanya jika harus pulang kerumah dan tidak bertemu lagi dengan suster Yasmin yang cantik dan baik hati ini" Yasmin tersenyum sambil geleng-geleng kepala mendengar ucapan pasien nya "Ibu ada-ada saja, tinggal dirumah sakit nggak enak loh harus terpasang infus, minum obat, makan makanan yang hambar" goda Yasmin "Tak apa kan bisa minta anterin sama anak-anak" jawab bu cik imah sambil tertawa "Ibu bisa saja, saya permisi dulu ya sebaiknya ibu istirahat sudah malam" "Hati-hati pulang nya ya suster" bu cik imah melambai kan tangan nya "Iya terimakasih ibu" Yasmin segera keluar dari ruang rawat inap bersama rekan nya " Kamu benar benar jadi primadona di RS ini, semua pasien sangat menyukai kamu Yas" ujar rekan nya "Kamu terlalu berlebihan rin, sudah ya aku mau siap-siap pulang dulu" pamit Yasmin **** Yasmin memandang lelah pada hp yang sedang berada pada genggaman nya. Sedari tadi hp itu tidak berhenti bergetar ulah sang penelpon yang tiada lelah nya, Yasmin segera meriject panggilan itu untuk kesekian kali nya dan kemudian mengirimkan pesan pada si penelpon "Aku sudah sampai dirumah dan berhenti menggangguku" "Aku akan kesana tunggulah sebentar lagi" "Sudahlah, aku lelah ingin istirahat" "Aku hanya ingin melihat wajahmu sebentar" Yasmin menatap geram pesan itu. 'dasar laki-laki gila' batin Yasmin kesal. Dia tidak membalas lagi pesan itu dan mengalihkan tatapan nya pada adik nya Hagia yang sedang tertidur nyenyak. Yasmin sedang duduk di pinggir ranjang sang adik. Bude Rina baru saja pulang setelah menceritakan keadaan Hagia sore ini, yah sudah hampir 1tahun ini bude Rina bekerja pada Yasmin untuk membantu menjaga Hagia saat Yasmin sedang bekerja, beruntung nya Yasmin karena bertemu dengan wanita sebaik bude Rina yang sudah menganggap mereka sebagai anak nya sendiri bahkan terkadang bude Rina menolak uang yang diberikan oleh Yasmin dengan alasan sudah menganggap mereka sebagai anak tetapi Yasmin tau diri, bude Rina seorang janda dengan dua orang anak dan pasti butuh biaya untuk makan dan sekolah anak nya yang masih kecil. Lagi-lagi Yasmin menghela nafas. Begitu berat nya cobaan yang dia alami. Rasanya sudah tidak sanggup lagi untuk melewati ini semua, sudah cukup semua cobaan yang menimpa nya dan dia juga harus dihadapkan dengan laki-laki seperti Pandu. Pandu adalah mantan kekasih Yasmin dulu saat kuliah, lelaki itu sudah menikah dengan gadis cantik yang Yasmin rasa setara dengan nya. Audy. Dia adalah dokter spesialis kulit, wanita cantik, kaya, anak seorang konglomerat, kurang beruntung apalagi Pandu menikahi nya? Yasmin tak habis fikir dengan lelaki itu. Sudah berulang kali Audy menemui dan mencaci maki Yasmin karena suami nya itu memang terang-terangan mengakui jika dia masih mencintai Yasmin dan tidak bisa melepaskan Yasmin. Memang salah Yasmin. Dulu saat Pandu sudah menikah dengan Audy, Yasmin memanfaatkan rasa cinta Pandu untuk menuruti semua keinginan nya termasuk meminta uang untuk pengobatan Hagia. Yasmin tidak punya pilihan lagi, dia terdesak dan hanya melihat Pandu yang bisa diandalka untuk membantu nya. Yasmin melakukan apapun untuk mencari biaya pengobatan adik nya Hagia termasuk rela tidur dengan Pandu sebagai balasan karena Pandu bersedia membantu mereka. Sekarang Yasmin terjebak dan susah untuk melepaskan diri dari lelaki itu. Tak bisa Yasmin pungkiri terkadang dia juga menginginkan Pandu. Ah Yasmin merasa benar-benar jadi wanita hina. Drrt.. drrt.. drrt Hp Yasmin bergetar. Tanpa melihat nya Yasmin sudah tau siapa yang menelpon dan segera beranjak membuka pintu. Tatapan nya langsung bertemu dengan mata cokelat yang indah, yang dulu membuat Yasmin jatuh cinta. Pandu maju untuk memeluk Yasmin namun Yasmin segera mundur menghindari nya. "Kau sudah melihatku, sekarang pulang lah" ucap Yasmin lelah "Aku belum selesai melihatmu sayang" "Pandu!!! Sudahlah aku lelah" bentak Yasmin kesal "Biarkan aku disini beberapa saat" Pandu tetap kekeuh Yasmin menghela nafas lelah dan menarik Pandu masuk ke dalam rumah nya, mengunci pintu dan segera mencium bibir Pandu. Pandu yang terkejut dengan sikap Yasmin mematung sesaat kemudian segera membalas ciuman Yasmin, dia benar-benar merindukan Yasmin. Yasmjn merangkul leher Pandu dan memperdalam ciuman nya, Pandu menarik pinggang Yasmin agar lebih merapatkan tubuh mereka. Saat Pandu sedang benar-benar menikmati ciuman yang memabukkan itu dengan tiba-tiba Yasmin melepaskan diri. "Kau sudah mendapatkan nya sekarang pulang lah aku sudah sangat lelah" ucap Yasmin ketus sembari membuka pintu rumah nya mempersilhkan Pandu keluar "Yas aku menemui mu bukan karena itu" bantah Pandu Yasmin menatap sinis "Sudahlah jangan munafik, kau mengejar-ngejarku hanya karena nafsu. Kita memang sama-sama membutuhkan Pandu, kau butuh tubuh ku dan aku butuh uang mu tapi sekarang aku sudah tidak mau melakukan itu lagi. Kau bisa tidur dengan istri mu yang sangat cantik dan kaya itu, kenapa kau tidak pernah puas dengan nya kau sudah mendapatkan yang sempurna" "Kata-katamu selalu menyakiti ku" Pandu menggeram kesal "Kau sudah terbiasa dengan kata-kataku lalu kenapa kau mempermasalahkan nya? Lagi pula pilihan mu dulu benar-benar tepat sepertinya, meninggalkan ku dan menikahi istri mu. Jika kau dulu memilih menikahiku kau akan rugi" "Kau lupa Yasmin? Kau yang menyuruhku pergi" "Aku sudah meminta mu menikahiku bodoh" geram Yasmin "Kau mengusirku dari hidup mu, kau memintaku menikahi mu setelah aku bertemu Audy" "Ah sudahlah aku selalu kalah bicara dengan mu, kau yang paling benar dan suci disini. Aku hanya wanita hina" "Aku tidak pernah bilang begitu" "Pulanglah aku mohon" pinta Yasmin "Jangan menghindariku lagi" ucap Pandu pelan sembari kembali mendekati Yasmin. Yasmin menggeleng. "Aku harus menghindari mu Pandu, sudahlah kau harus kembali kepada istri dan anakmu. Kau harus bahagia bersama mereka, maaf kan khilafku yang sudah memanfaatkan mu dan terimakasih karena sudah membantuku mengobati Hagia, karena telah membantuku berdiri disaat aku jatuh terpuruk. Aku tidak akan melupakan itu" Yasmin tersenyum menatap wajah tampan dihadapan nya "Aku benar-benar mencintaimu Yasmin, aku mohon jangan begini" pinta Pandu memelas "Pulanglah" ujar Yasmin lembut ****
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD