"Selamat siang mba Yas" sapa security yang sedang standby di depan pintu masuk Rumah Sakit
"Selamat siang pak aziz, bapak shift pagi ya" sapa Yasmin dengan senyum ramah
"Hari ini merangkap shift pagi dan malam mba Yas karena pak Dimas sedang meriang kata nya"
"Waaahh semangat ya pak aziz dan semoga pak dimas cepat sembuh"
"Iya mba semangat juga buat mba Yas yang cantik" sahut security itu sembari terkekeh
Yasmin hanya menanggapi dengan senyuman sembari masuk ke rumah sakit.
Yasmin beruntung meskipun orang tua nya tidak meninggalkan harta yang banyak untuk mereka bertahan hidup tapi Yasmin bisa bersekolah keperawatan dan menjadi bekal nya untuk menghidupi adik beserta kakak nya yang pemalas itu.
Sudah sejak dulu Yasmin menjadi anak yang selalu berusaha keras, anak yang baik, anak yang penurut, sekolah keperawatan pun dia dapatkan dengan gratis yah meskipun pasti masih ada biaya lain nya setidak nya beban ayah dan ibu nya saat itu tidak terlalu berat untuk biaya kuliah nya.
Tau sendiri kan biaya sekolah kesehatan itu seberapa mahal nya.
Rumah sakit tempat nya mencari rejeki selama 5 tahun ini, tempat yang penuh tantangan dan derai air mata.
Meski sulit bekerja di RS Swasta yang tekanan nya lebih berat di banding kan dengan Rs Negeri tetapi Yasmin tetap semangat demi sang adik karena tak bisa dipungkiri jika gaji di rumah sakit ini sudah sangat lumayan untuk menghidupi nya dan sang adik serta bisa di pakai untuk pengobatan sang adik, apalagi jika harus lembur gaji yang di dapat nya akan lebih lagi.
"Waaaahh akhirnyaaaa dia datang juga, aku sudah tidak sanggup lagiiiii dengan shift iniii aku menyeraaahhhh yaaasss kau penyelamat kuuuuu" Nia berteriak kegirangan
Yasmin tersenyum melihat tingkah teman kerja nya yang memang sering absurd itu.
"Aku ganti baju dulu ya"
"Iyaa iyaa cepat sanaa, aku sudah tidak sabar lagiiii untuk operan secepat nyaaa"
Yasmin berlalu ke ruang ganti di belakang nurse station ruangan tempat dia bekerja
Drrt drrt drrt
Hp Yasmin berbunyi di sela sela kegiatan nya mengganti baju untuk nya bekerja.
Yasmin menatap malas handphone di genggaman nya 'mau apalagi dia' batin Yasmin malas
"Selamat siang dokter Pandu, ada yang bisa saya bantu dok?" Sapa Yasmin mencoba berbicara dengan ramah
"Selamat siang, apakah kau shift sore?"
"Iya dok benar"
"Kalau begitu nanti sepulang bekerja kau ku tunggu di depan halte rumah sakit ya, tidak perlu pulang naik bis"
"Maaf dokter saya tidak bisa"
"Kenapa kau selalu menolak ku Yasmin? Apa kurang nya aku?" Tanya lelaki di telpon yg disebut Yasmin sebagai dr Pandu
"Anda sudah menikah dok, maaf jika saya berkata lancang seperti ini tapi tidak seharus nya anda berperilaku seperti ini dok. Jika anda menelpon saya karena urusan pekerjaan saya dengan senang hati akan membantu tetapi jika menyangkut hal lain mohon maaf saya tidak bisa" Yasmin masih berusaha menjawab dengan tenang pertanyaan konyol lelaki itu
"Mohon maaf telpon nya harus saya matikan karena saya harus segera bekerja, selamat siang" sambung Yasmin langsung mematikan telpon sepihak
Yasmin menghela nafas lelah, selalu ada saja masalah yang menghampiri nya seolah diri nya di lahirkan hanya untuk masalah.
Setelah semua nya siap Yasmin segera beranjak ke Nurse Station tempat teman teman nya yang sudah menunggu untuk operan shift.
Nia dengan antusisas menyambut kedatangan Yasmin dan membawa setumpuk berkas rekam medis ke hadapan Yasmin.
"Yas tadi ada titipan dari anak pasien yang di rawat di kamar 305, katanya titip buat suster Yasmin yang cantik" ujar salah satu teman shift Nia
"Duuuhh asyik ya kalau good looking dimana mana, mau apa apa pun mudah ga kayak aku yang ga good looking ini" timpal Nia dengan mimik muka cemberut
Yasmin hanya tertawa mendengar celotehan Nia
"Yasmin bukan hanya good looking tapi juga ramah nan baik hati, ga kayak kamu suster judes. Se enggak nya walau kamu ga good looking kalo kamu ramah para pasien juga pasti ada yang mau ngasih kamu makanan minimal" timpal salah satu teman shift Nia yang lain nya
"Ya elah elu mah iri aja jadi orang" balas Nia sewot
Kriing kriing kriing
Telepon ruangan berbunyi membuat keriuhan di Nurse station sejenak berhenti
"Yas nanti kamu disuruh keruangan praktek nya dokter Pandu, ada therapy yang ketinggalan untuk pasien nya sekalian bawa berkas pasien nya juga"
Yasmin menghela nafas 'mau apalagi lelaki itu' batin nya
"Baiklah" jawab nya pasrah
Setelah menyelesaikan operan nya dengan Nia, Yasmin segera pergi ke ruang Poliklinik ruangan praktek dr Pandu SpJp sembari membawa berkas pasien yang diminta.
Tok... Tok... Tok...
"Permisi dok"
"Silahkan masuk" ujar perawat asisten yang mendampingi dokter Pandu praktek
Setelah Yasmin masuk keruangan perawat asisten langsung keluar meninggalkan Yasmin bersama dr Pandu
Lelaki bertubuh tinggi dan tampan itu segera berdiri dari kursi praktek nya dan menghampiri Yasmin, segera memeluk Gadis cantik itu dengan erat membuat nya sangat terkejut.
"Jangan macam-macam ini Rumah Sakit" bisik Yasmin geram sembari mendorong dokter Pandu
"Aku benar-benar merindukanmu sayang" dr Pandu menjawab tanpa mau melepaskan pelukan nya kepada Yasmin
"Kamu benar benar sudah gila Pandu" Yasmin menatap Pandu dengan geram sembari memberontak dengan kuat dalam pelukan lelaki itu namun apa daya kekuatan tubuh Yasmin kalah jauh dengan lelaki bertubuh besar dan tinggi itu.
Yasmin merasakan kehangatan dari pelukan lelaki itu tapi ini bukan lah hal yang seharus nya mereka lakukan, Pandu sudah beristri dan memiliki seorang anak perempuan.
"Tolong lepaskan aku" bisik Yasmin yang sudah mulai putus asa melepaskan pelukan dokter tampan itu
"Aku mohon diam lah sebentar saja" Pandu makin mengeratkan pelukan nya pada Yasmin, menghirup sebanyak mungkin aroma gadis yang sangat amat di rindukan.
Akhir nya Yasmin pasrah dan tidak melakukan pemberotakan lagi untuk melepaskan pelukan mereka, dia tau dengan sifat lelaki keras kepala ini dan akhir nya memilih untuk mengalah sejenak karena dia pun sudah sangat lelah.
Sebenarnya pun Yasmin juga butuh pelukan hangat seperti ini. Tapi bukan dari suami orang, milik orang lain, Yasmin sangat ingin mendapat kan lelukan seperti ini dari seseorang yang memang benar benar milik nya.
Dering telepon mengejutkan mereka dan membuat Pandu sedikit melonggar kan pelukan nya pada Yasmin untuk mengangkat telepon yang pasti nya sudah ada konsulan yang menunggu dan kesempatan ini dimanfaat kan Yasmin untuk melepaskan pelukan itu kemudian segera keluar ruangan poliklinik dengan cepat.
'Dasar lelaki gila sialan' batin Yasmin kesal
****