INAD 24

1097 Words

Val menatap miris Peter yang masih terduduk di kasurnya. Enggan melihat ke arahnya, hanya memandang kosong jendela yang menampakan indahnya malam. Lukanya telah disembuhkan Zen. Namun hatinya, Zen tidak tahu harus melakukan apa lagi. "Ulric bilang kau enggan menemuinya," ucap Val memulai pembicaraan. Dia mendekat, saat Peter menundukan kepalanya dalam. "Dia bilang dia menerimamu apa adanya Peter. Dia bahkan rela bertanggung jawab untuk bayi yang-" "Ini bukan bayiku Kak. Aku membencinya. Aku dipaksa untuk melakukannya," potong Peter datar. Sungguh, Val bahkan lebih suka Peter yang senang berontak dibandingkan Peter yang tanpa harapan ini. Dia duduk tanpa harapan. Seakan hidupnya hancur pada saat dia dan Qian tertangkap oleh para pemburu itu. Val mengusap rambut Peter lembut. Dia tahu P

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD