INAD 38

1309 Words

"WOOOAAAHHHH!!!!" Qian tertawa melihat Triqi menempelkan wajahnya ke kaca pesawat sambil memandang takjub pemandangan dibawahnya. Mereka memang sengaja mengambil penerbangan siang, karena mereka ingin Triqi menikmati waktu 'siangnya' kini Qian sendiri, tengah bersandar manja di d**a bidang suaminya dengan mata yang setengah mengantuk. Qian memang biasa tidur pada jam-jam ini, dan Val pun membantunya untuk memejamkan mata dengan mengelus rambut lembut itu. Val menatap Valan yang tengah sibuk dengan tabletnya. Dan seakan mengerti, Valan bangkit dan mengecup pipi Triqi untuk menciptakan kerutan lucu di wajah manis itu. "Mama mengantuk. Kita main di lantai bawah, kau bisa berteriak sepuasnya di sana." Valan menunjuk Qian yang mulai tertidur. Triqi mengangguk mengerti, dia menggandeng tang

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD