Di malam yang gelap, di mana biasanya manusia sudah terlelap dalam istirahatnya, seorang anak bersweater hoddie kebesaran tengah menangis sambil sesekali mengusap matanya yang memerah. Kulit pucatnya bersinar diterpa bulan terang, dan mata merahnya kontras sekali dengan sweaternya yang berwarna hitam. Kakinya yang dibalut celana pendek dan sneakers terlihat kotor dan lusuh oleh tanah yang kotor. Jika kepalanya tidak ditutupi hoodiepun, kalian bisa melihat beberapa luka lebam yang menghiasi kulit putihnya yang kini nyeri di beberapa bagian. Namun bukan itu yang membuatnya menangis sesedih ini. Dia bukan korban kekerasan dalam keluarga, tenang saja. Namun dia benci karena perbedaannya banyak orang memusuhinya. Dia butuh kakeknya. Dia ingin mengadu pada pria yang selalu memanjakannya itu.

